Mobilitas mahasiswa internasional terus meningkat dalam dua dekade terakhir. UNESCO mencatat jumlah mahasiswa internasional dunia melampaui 7 juta orang pada 2024. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin terbukanya peluang kolaborasi pendidikan lintas negara, termasuk melalui program dual degree yang mempertemukan mahasiswa dan institusi dari berbagai belahan dunia.
Tahun ini, Universitas Pertamina kembali menjadi bagian dari dinamika tersebut dengan menyambut mahasiswa Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia dalam Program Dual Degree UPER–UTP May 2026 Intake. Penyambutan dilakukan melalui Opening Ceremony dan Pre Departure Briefing yang berlangsung di Kampus Universitas Pertamina pada 4 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa UTP untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, serta berbagai inisiatif yang dikembangkan Universitas Pertamina. Selain itu, program ini turut memperkuat kolaborasi akademik yang telah terjalin antara Universitas Pertamina dan UTP dalam bidang pendidikan, riset, serta pengembangan sumber daya manusia.
Acara dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa peserta program dual degree. Melalui program ini, mahasiswa UTP akan memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional sekaligus memperluas perspektif melalui interaksi lintas budaya selama menjalani studi di Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, IPU, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, menegaskan bahwa program dual degree menjadi salah satu bentuk nyata penguatan kolaborasi internasional yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun mahasiswa peserta.
“Program ini membuka ruang pembelajaran lintas budaya dan penguatan kompetensi global mahasiswa. Kami berharap peserta mampu membawa pengalaman akademik internasional menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan energi dan keberlanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program oleh Direktur Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Pertamina, Wahyu Agung Pramudito, Ph.D. Peserta juga mengikuti sesi Adjunct Lecture bersama dosen Department of Fundamental and Applied Science UTP, Assoc. Prof. Ts. Dr. Khairulazhar bin Jumbri dan Mr. Mohd Faisal bin Taha. Sesi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan akademik antara kedua perguruan tinggi.
Selain memperoleh pengenalan mengenai program akademik, mahasiswa UTP juga mengikuti sesi Sustainability 101 yang diselenggarakan oleh Sustainability Center Universitas Pertamina. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep perhitungan jejak karbon (carbon counting) sebagai salah satu pendekatan yang semakin penting dalam mendukung transformasi industri menuju pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini memperkuat hubungan akademik antaruniversitas sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap inovasi dan keberlanjutan global. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan membawa dampak positif dari ilmu yang diperoleh,” kata Gede Widia Pratama Adhyaksa, Ph.D., Manager Sustainability Center Universitas Pertamina.
Melalui program dual degree ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk memperdalam keilmuan sesuai bidang studinya, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan internasional yang dapat memperkaya wawasan akademik maupun personal. Kehadiran mahasiswa UTP di Universitas Pertamina juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih beragam, kolaboratif, dan berorientasi global.
Program Dual Degree UPER–UTP May 2026 Intake sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan akses terhadap pengalaman belajar internasional, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi pendidikan lintas negara.
Melalui berbagai inisiatif internasional, Universitas Pertamina terus memperluas jejaring global sekaligus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan pengembangan talenta masa depan. [MP]