Di tengah tantangan perubahan iklim, ketahanan energi, transformasi ekonomi, hingga kesenjangan sosial, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar hasil pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia SDGs Center Network (ISCN) 2026 yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian SDGs Center Conference (SCC) 2026 di Universitas Pertamina. Forum ini mempertemukan pengelola SDGs Center dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat jejaring, menyusun arah pengembangan organisasi, serta meningkatkan kolaborasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi ISCN, Munas menjadi ruang bagi anggota untuk mengevaluasi capaian organisasi sekaligus menyepakati langkah strategis dalam penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Salah satu agenda utama Munas adalah pemilihan Presiden ISCN periode 2026–2028. Melalui musyawarah mufakat, peserta menetapkan Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., Direktur SDGs Center Universitas Padjadjaran, sebagai Presiden baru ISCN. Ia melanjutkan estafet kepemimpinan dari Bayu Arie Fianto, Ph.D., yang selama masa jabatannya berkontribusi memperkuat jejaring SDGs Center serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai mitra pembangunan.
Dalam sambutan penutup masa jabatannya, Bayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota ISCN yang telah menjaga semangat kolaborasi dalam mengembangkan jejaring SDGs Center di Indonesia.
"ISCN tumbuh karena semangat kolaborasi seluruh anggotanya. Saya berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun, memperluas jejaring, serta menghadirkan dampak yang semakin nyata bagi perguruan tinggi maupun masyarakat," ujar Bayu.
Melanjutkan estafet kepemimpinan tersebut, Prof. Zuzy Anna menegaskan komitmennya untuk memperkuat ISCN sebagai jejaring strategis yang mendorong kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan riset antarpusat SDGs di Indonesia. Menurutnya, sinergi antarpusat SDGs menjadi langkah penting agar perguruan tinggi dapat menghadirkan inovasi yang relevan dengan berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
"Ke depan, ISCN akan terus memperkuat kolaborasi antarpusat SDGs melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan riset kolaboratif, serta kemitraan yang lebih luas. Kami ingin memastikan setiap SDGs Center mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs di Indonesia," kata Prof. Zuzy Anna.
Kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan SDGs Center Conference 2026 sekaligus Munas ISCN mencerminkan peran aktif Universitas Pertamina dalam membangun ekosistem kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan mitra pembangunan. Forum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor sehingga hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional.
Penyelenggaraan Munas ISCN 2026 sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi multipihak, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan tata kelola organisasi.
Inisiatif ini juga mendukung implementasi Asta Cita Pembangunan Nasional, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan nasional. Melalui kolaborasi yang terbangun dalam jejaring ISCN, Universitas Pertamina terus mendorong lahirnya pengetahuan berdampak yang menghubungkan riset, inovasi, dan kemitraan menjadi solusi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [MV]