Perkembangan industri pertambangan dan perminyakan mendorong pemanfaatan teknologi analisis yang semakin presisi untuk menjamin kualitas produk, meningkatkan efisiensi proses, serta memenuhi regulasi lingkungan. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami penerapan teknologi analisis yang digunakan di dunia industri.
Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Kimia Universitas Pertamina bekerja sama dengan PT Indotech Sains Inti menyelenggarakan INDOTECH Mengajar bertema "Dari Logam hingga Ion: Teknologi Analisis yang Mendukung Industri Pertambangan dan Perminyakan". Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 di Griya Legita Universitas Pertamina.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Eddy Ariyono Subroto, Ph.D., Dr. Eng. Paramita Jaya Ratri, S.Si., M.Si., serta Anugerah Cahyo Widodo, S.Si., sebagai narasumber dari PT Indotech Sains Inti. Melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi analisis kimia beserta penerapannya dalam mendukung sektor pertambangan dan perminyakan.
Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi penggunaan Ion Chromatography Tosoh IC-8100. Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa mempelajari prinsip kromatografi sebagai salah satu teknik pemisahan dalam analisis kimia modern, sekaligus memahami pemanfaatan analisis ion untuk mendukung pengendalian kualitas, optimalisasi proses produksi, dan pemenuhan regulasi lingkungan di berbagai sektor industri.
Prof. Eddy menegaskan bahwa ilmu kimia merupakan fondasi dalam memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar manusia.
"Saya selalu mengatakan, everything in the world is chemistry. Seluruh dunia ini pada dasarnya adalah kimia. Apa pun yang kita lihat dan pelajari dapat dijelaskan melalui ilmu kimia," ujarnya.
Sementara itu, Anugerah Cahyo Widodo, S.Si., Product Specialist PT Indotech Sains Inti, menjelaskan bahwa analisis kimia memiliki peran penting dalam menjaga kualitas produk di berbagai sektor industri.
"Analisis kimia dibutuhkan untuk memastikan kualitas produk, mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Hasil analisis juga menjadi dasar untuk mengoptimalkan proses produksi dan memenuhi regulasi lingkungan," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar berbasis praktik sekaligus memperkuat kompetensi di bidang kimia analitik dan instrumentasi. Kegiatan ini juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di sektor energi, pertambangan, lingkungan, laboratorium pengujian, serta riset dan pengembangan.
Kolaborasi Program Studi Kimia Universitas Pertamina dengan PT Indotech Sains Inti menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis industri melalui pemanfaatan teknologi analisis modern. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita ke-4, yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari UPER Berdampak dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha, Universitas Pertamina terus memperkuat kompetensi mahasiswa, memperluas pengalaman belajar, serta menyiapkan lulusan yang adaptif dan siap berkontribusi bagi pengembangan sektor energi dan industri nasional.
Kegiatan INDOTECH Mengajar juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong transfer pengetahuan, pengembangan kompetensi, serta inovasi yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional. [MP]