ID / EN
Berita Kampus

Melalui Pelatihan Dana Haji, UPER Dorong Masyarakat Lebih Cermat Mengelola Keuangan


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 29 September 2026
Dibaca: 7 kali
Persiapan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan spiritual, tetapi juga perencanaan finansial yang matang. Dengan kebutuhan biaya yang perlu dipersiapkan dalam jangka waktu tertentu, masyarakat perlu memahami cara mengelola tabungan secara terarah sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing. Hal inilah yang menjadi perhatian Program Studi Sains Aktuaria Universitas Pertamina (UPER) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi bersama Salimah Kabupaten Bogor bertajuk Pelatihan Perencanaan Dana Haji melalui Tabungan Konvensional dan Tabungan Emas.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari di Gedung Korpri Kabupaten Bogor ini diikuti oleh sekitar 100 peserta. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan dana haji sekaligus memperkenalkan alternatif instrumen menabung yang dapat dipertimbangkan untuk mempersiapkan kebutuhan biaya ibadah haji.

Perencanaan dana haji perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari besaran dana yang harus dikumpulkan, jangka waktu persiapan, hingga kemampuan menyisihkan pendapatan secara rutin. Tanpa perencanaan yang terstruktur, masyarakat dapat menghadapi kesulitan dalam memperkirakan kebutuhan dana dan menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada dua alternatif instrumen, yaitu tabungan konvensional dan tabungan emas. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu dipahami sebelum digunakan sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan. Tabungan konvensional memungkinkan penyimpanan dana dalam bentuk uang, sedangkan tabungan emas memberikan eksposur terhadap perubahan harga emas yang dapat memengaruhi nilai simpanan.

Pemilihan instrumen menabung tidak dapat dilepaskan dari tujuan keuangan, jangka waktu penggunaan dana, kebutuhan likuiditas, serta risiko yang dapat diterima. Harga emas, misalnya, dapat mengalami fluktuasi sehingga nilai investasinya tidak selalu meningkat dalam setiap periode. Sementara itu, tabungan dalam bentuk uang juga perlu mempertimbangkan perubahan daya beli akibat inflasi. Dengan memahami karakteristik tersebut, masyarakat dapat mengevaluasi pilihan yang tersedia secara lebih cermat, alih-alih hanya berfokus pada potensi keuntungan.

“Perencanaan dana haji sejak dini dapat membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan finansial secara lebih terarah. Melalui edukasi ini, peserta diharapkan dapat memahami berbagai alternatif menabung dan mempertimbangkan pilihan yang sesuai dengan kemampuan keuangannya.”

Kegiatan ini menghadirkan Hj. Miftahul Khairi, Lc., M.Ag., Ketua MATA WAZIN, dan Anie Rakhmawati, S.Si., Ketua Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kabupaten Bogor, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan memberikan wawasan kepada peserta mengenai perencanaan dana haji serta berbagai pertimbangan dalam memilih instrumen keuangan untuk mendukung tujuan finansial jangka panjang.

Kolaborasi dengan Salimah turut memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Salimah, atau Persaudaraan Muslimah, merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat. Melalui jaringan organisasinya, Salimah berperan sebagai mitra dalam menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama ini membuka ruang bagi perguruan tinggi dan organisasi masyarakat untuk bersinergi dalam menyampaikan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Bagi Program Studi Sains Aktuaria UPER, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan di luar lingkungan akademik. Ilmu aktuaria berkaitan dengan analisis risiko, probabilitas, dan pengelolaan ketidakpastian untuk mendukung pengambilan keputusan finansial. Prinsip-prinsip tersebut relevan dalam perencanaan keuangan, termasuk ketika masyarakat perlu menentukan target tabungan, memperkirakan kebutuhan dana, dan mempertimbangkan berbagai risiko dalam mencapai tujuan jangka panjang.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi ini, UPER Berdampak diwujudkan melalui penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan keuangan. Kolaborasi dengan Salimah Kabupaten Bogor juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam memperluas akses terhadap edukasi yang aplikatif.

Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita ke-4, yaitu penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan pembelajaran sepanjang hayat, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan literasi keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan ekonomi yang lebih terencana. [MV]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved