Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi belum dimiliki semua anak muda. Dalam Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina (POP-UP UPER) yang berlangsung pada 14–18 September 2026, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengingatkan mahasiswa baru bahwa masa kuliah bukan sekadar perjalanan untuk memperoleh gelar, tetapi juga kesempatan untuk membentuk karakter, memperluas pengalaman, dan menentukan arah masa depan. Dalam materinya, ia menyebut hanya sekitar 50 persen lulusan SMA yang dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi.
“Kesempatan belajar di perguruan tinggi perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Masa depan ada di tangan masing-masing individu, dan perjalanan untuk mencapainya dimulai dari apa yang kita lakukan hari ini,” ujar Prof. Ichsan dalam pembekalan kepada mahasiswa baru.
Menurut Prof. Ichsan, masa kuliah perlu diisi dengan pengalaman yang membentuk cara berpikir dan karakter. Mahasiswa didorong untuk memperluas pengetahuan, mencoba pengalaman baru, serta tidak takut menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang.
Dalam materi tersebut, Prof. Ichsan juga menekankan bahwa pendidikan menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan seseorang menuju masa depan. Pengetahuan tidak hanya membantu mahasiswa memahami bidang yang dipelajari, tetapi juga membuka ruang untuk terus berkembang dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.
Perjalanan tersebut sejalan dengan visi Universitas Pertamina untuk menjadi universitas kelas dunia di bidang energi paling lambat pada 2035. UPER tidak hanya menekankan pendidikan dan riset yang bermutu, tetapi juga pembangunan karakter melalui budaya akademik yang berbudi luhur, inovatif, dan profesional.
Bagi Prof. Ichsan, kebebasan menentukan masa depan perlu berjalan bersama tanggung jawab. Mahasiswa perlu belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya, berani mempertanggungjawabkan pilihan, sekaligus mampu mengakui kesalahan maupun kegagalan.
“Saya akan bertanggung jawab dengan setiap pilihan saya. Saya akan mengakui kesalahan dan kegagalan,” demikian salah satu sikap yang ditekankan dalam materi mengenai integritas mahasiswa.
Karena itu, masa kuliah tidak menuntut mahasiswa untuk selalu berhasil. Pengalaman menghadapi kegagalan, memperbaiki diri, menyelesaikan tanggung jawab, bekerja bersama orang lain, serta beradaptasi dengan lingkungan yang semakin beragam dan kompetitif justru menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Kesiapan menghadapi pengalaman baru, menghargai keberagaman, membangun kepercayaan diri, dan bersaing secara global perlu terus dikembangkan sejak di bangku kuliah.
Namun, keberhasilan tidak hanya diukur dari sejauh mana seseorang berkembang untuk dirinya sendiri. Prof. Ichsan juga menekankan pentingnya empati dan kepedulian. Pendidikan pada akhirnya diharapkan mampu membuat mahasiswa tidak hanya unggul secara personal, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Prof. Ichsan menekankan bahwa pendidikan pada akhirnya tidak hanya bertujuan mendorong pencapaian pribadi, tetapi juga membentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ilmu yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata yang membantu, memberdayakan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu yang kita miliki pada akhirnya perlu membawa manfaat bagi masyarakat. Keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian diri, tetapi juga tentang sejauh mana kehadiran kita dapat memberdayakan dan membantu orang lain,” kata Prof. Ichsan.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Pertamina melantik sekitar 1.740 mahasiswa baru dari program sarjana dan magister. Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi, karakter, dan kepedulian yang kelak menjadi bekal dalam menentukan arah masa depan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat. (IH)