ID / EN
Berita Kampus

Belajar dari Pertamina, Ini 3 Bekal Mahasiswa Sustainability UPER Hadapi Transisi Energi


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 25 September 2026
Dibaca: 29 kali
Sebanyak 2,27 juta ton CO₂ ekuivalen berhasil dikurangi Pertamina sepanjang 2025 melalui berbagai program dekarbonisasi. Di balik angka tersebut, transisi energi menjawab persoalan yang lebih besar terkait peran perusahaan menyeimbangkan teknologi, pembiayaan, kebijakan, kebutuhan bisnis, dan penerimaan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Mata Kuliah Transisi Keberlanjutan Global pada Program Magister Sustainability Universitas Pertamina (UPER), yang menghadirkan SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan.

Sepanjang 2025, Pertamina mencatat pengurangan emisi sebesar 2,27 juta ton CO₂ ekuivalen, antara lain melalui efisiensi energi, green power generation, pengurangan kehilangan energi, dan penggunaan bahan bakar rendah karbon. Capaian ini menjadi salah satu contoh bagaimana agenda keberlanjutan mulai terintegrasi ke dalam strategi bisnis perusahaan energi.

Lalu, kemampuan apa yang dibutuhkan untuk menghadapi kompleksitas transisi energi? Berikut tiga pembelajaran penting dari Wenny.

1. Jangan melihat persoalan keberlanjutan dari satu sisi

Transisi energi berkaitan dengan energy security, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan. Ketiganya harus berjalan seimbang agar kebutuhan energi tetap terpenuhi tanpa mengabaikan agenda rendah karbon.
“Transisi energi bukanlah tantangan yang berdiri sendiri. Kebijakan, teknologi, pembiayaan, dan penerimaan masyarakat saling berkaitan,” ujar Wenny.

Karena itu, mahasiswa perlu membangun kemampuan systems thinking, yakni melihat keterkaitan antarfaktor sebelum menentukan solusi.

2. Siapkan lebih dari satu skenario

Masa depan industri energi dipengaruhi oleh perubahan pasar, teknologi, kebijakan, geopolitik, hingga risiko iklim. Pertamina sendiri menggunakan pendekatan scenario planning dalam penyempurnaan peta jalan Net Zero Emission untuk menghadapi berbagai kemungkinan perubahan tersebut.

“Masa depan tidak hanya memiliki satu jalur. Perencanaan skenario, strategi adaptif, dan investasi pada kapabilitas masa depan membantu para pemimpin menghadapi ketidakpastian serta menerjemahkan ambisi menjadi tindakan,” jelasnya.

Artinya, profesional sustainability perlu terbiasa membaca perubahan dan menyiapkan strategi alternatif, bukan hanya mengandalkan satu asumsi masa depan.

3. Bangun kemampuan bekerja lintas disiplin

Persoalan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan hanya dari perspektif lingkungan. Keputusan di bidang energi juga bersinggungan dengan bisnis, teknologi, pembiayaan, kebijakan, tata kelola, hingga dinamika sosial.

“Tantangan keberlanjutan membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Transformasi berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, sehingga kolaborasi lintas bidang menjadi penting untuk menjawab kompleksitas transisi energi, mempercepat inovasi, dan menciptakan dampak yang berkelanjutan,” tutur Wenny.

Pembelajaran ini turut mencerminkan semangat UPER Berdampak melalui penyelenggaraan pendidikan yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan tantangan nyata industri dan masyarakat. 

Penguatan pemahaman mahasiswa mengenai transisi energi, dekarbonisasi, dan keberlanjutan sejalan dengan SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas), SDGs 7: Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau), serta SDGs 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim). Upaya tersebut juga relevan dengan Asta Cita ke-4, yang menempatkan penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. 
Tentang Master of Science in Sustainability Universitas Pertamina
Program Master of Science in Sustainability Universitas Pertamina dirancang untuk mempersiapkan profesional dan calon pemimpin yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan secara multidisiplin. Program ini memiliki dua peminatan, yaitu Green Technology dan Nature-Based Solutions, dengan sistem pembelajaran hybrid yang mengintegrasikan perspektif akademik, praktik industri, serta isu keberlanjutan terkini. Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui graduate.universitaspertamina.ac.id. [IH] 
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved