Pesatnya perkembangan industri kreatif menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga memiliki pengalaman menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina menghadirkan Festival Lensa Komunikasi 2026 sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning/PBL) yang mengajak mahasiswa merasakan langsung proses produksi film layaknya di industri.
Festival yang berlangsung pada 9 Juli 2026 di Auditorium Universitas Pertamina ini merupakan pameran tahunan karya film dokumenter, film pendek mahasiswa dan penampilan drama sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Sinematografi, Komunikasi Antar Pribadi dan Komunikasi Kelompok. Kegiatan diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2022 hingga 2025 serta para dosen.
Berbeda dari proses pembelajaran yang hanya berfokus pada teori di ruang kelas, Festival Lensa Komunikasi mendorong mahasiswa mengembangkan karya audiovisual melalui proses produksi secara menyeluruh. Mulai dari riset, penyusunan konsep, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga penyuntingan dilakukan secara kolaboratif sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman yang menyerupai alur kerja di industri kreatif.
Kepala Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina, Muhammad Nur Ahadi, M.I.Kom., mengatakan bahwa festival ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan film yang berkualitas, tetapi juga mampu mengkomunikasikan berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Festival Lensa Komunikasi bukan sekadar ajang pemutaran film, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, kemampuan teknis, serta kepekaan mahasiswa dalam mengangkat berbagai isu melalui karya audiovisual yang bermakna," ujarnya.
Melalui proyek tersebut, mahasiswa mengasah berbagai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti kemampuan storytelling, komunikasi visual, kerja sama tim, manajemen produksi, hingga penyelesaian masalah selama proses kreatif berlangsung. Pengalaman bekerja dalam sebuah tim produksi juga membentuk kemampuan berkolaborasi, beradaptasi, dan mengambil keputusan dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Selain menjadi media evaluasi akademik, festival ini juga menjadi ruang apresiasi atas kreativitas mahasiswa. Film-film yang diputar mengangkat beragam tema, mulai dari isu sosial, budaya, lingkungan, hingga kemanusiaan. Melalui karya tersebut, mahasiswa menunjukkan bahwa media audiovisual tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan pesan yang mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.
Festival Lensa Komunikasi 2026 turut menghadirkan sesi apresiasi karya dan pemberian penghargaan kepada film-film terbaik. Rangkaian kegiatan ini menjadi bentuk pengakuan atas proses kreatif mahasiswa sekaligus memotivasi mereka untuk terus menghasilkan karya yang inovatif dan berdampak.
Melalui Festival Lensa Komunikasi 2026, Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik nyata. Pendekatan project-based learning tidak hanya menghasilkan karya film sebagai luaran akademik, tetapi juga membentuk lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap berkontribusi di industri kreatif maupun berbagai sektor yang membutuhkan kompetensi komunikasi profesional.
Upaya tersebut sebagai bentuk komitmen untuk mewujdukan UPER Berdampak dan sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan daya saing generasi muda Indonesia. Dengan membekali mahasiswa pengalaman belajar yang menyerupai praktik di dunia kerja, Universitas Pertamina turut mendukung lahirnya talenta komunikasi yang inovatif, kolaboratif, dan siap menjawab tantangan industri kreatif di masa depan.
Hal tersebut juga mendukung program SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis proyek, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menyiapkan talenta siap kerja di industri kreatif, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan kreativitas dan inovasi dalam produksi media audiovisual. (AN)