Semangat kewirausahaan mahasiswa terus mendapat dukungan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini memberikan pendanaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha inovatif yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang berdaya saing.
Salah satu penerima pendanaan tersebut adalah Tim Wirausaha Mahasiswa Universitas Pertamina melalui inovasi ReSoleve, produk 2-in-1 perawatan sepatu sekaligus pewangi alami berbahan limbah minyak jelantah. Mengusung konsep circular economy, inovasi ini mengolah limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Keberhasilan tersebut diraih setelah tim lolos dalam seleksi nasional yang berlangsung pada April-Juni 2026. Sebanyak 3.005 peserta dari 570 perguruan tinggi mengikuti proses seleksi, sehingga pendanaan yang diperoleh menjadi bukti daya saing inovasi mahasiswa Universitas Pertamina di tingkat nasional.
Tim ReSoleve terdiri atas lima mahasiswa lintas program studi, yakni Azrina Rahmah, Nurhalizah, dan Ariens Traiyu Pudita dari Program Studi Ekonomi, Putri Rahayu dari Program Studi Kimia, serta M. Arryan Naufal dari Program Studi Manajemen. Dalam pengembangannya, tim didampingi oleh Rico Ricardo, S.E., M.Ec., yang membimbing penyusunan proposal hingga penguatan model bisnis.
Sebelum mengikuti seleksi nasional, ReSoleve terlebih dahulu melalui proses seleksi internal Universitas Pertamina untuk menjadi wakil kampus pada P2MW 2026. Setelah dinyatakan lolos, tim menyusun proposal bisnis, mengikuti tahapan evaluasi nasional, hingga akhirnya memperoleh pendanaan sebesar Rp9.900.000 untuk mendukung pengembangan usaha.
Azrina Rahmah menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa yang berfokus pada penyelesaian persoalan lingkungan mampu memperoleh kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak.
"Pendanaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk mengembangkan ReSoleve secara berkelanjutan agar memberikan dampak lingkungan yang lebih luas serta memperkuat implementasi circular economy di masyarakat" ujarnya.
Dosen pendamping Rico Ricardo, S.E., M.Ec., turut mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi tim selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
"Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina mampu menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya memiliki nilai bisnis, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan lingkungan serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan" jelasnya.
Pendanaan yang diterima akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengurus legalitas produk, serta memperkuat strategi pemasaran. Melalui program ini, tim juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan usaha, meningkatkan kemampuan bekerja sama, sekaligus mengelola pendanaan secara profesional.
Keberhasilan ReSoleve turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah yang mendorong penerapan ekonomi sirkular dan pengurangan limbah. Inovasi ini juga menunjukkan peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. [MP]