ID / EN
Berita Kampus

Praktisi Eonchemicals Bagikan Kompetensi yang Dicari Industri kepada Mahasiswa Universitas Pertamina


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 25 Juni 2026
Dibaca: 10 kali
IPK dan kemampuan teknis bukan lagi satu-satunya bekal untuk memasuki industri energi. Perusahaan juga menilai kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, serta kesiapan belajar menghadapi perubahan. Pesan tersebut menjadi benang merah dalam kegiatan "EON Goes to Pertamina: Engineering Your Future" yang diselenggarakan Universitas Pertamina bersama PT Eonchemicals Putra pada 10 Juni 2026 di Auditorium Griya Legita Lantai 3 Universitas Pertamina.

Sebanyak 56 mahasiswa mengikuti kegiatan yang menghadirkan praktisi industri dan alumni untuk membahas kompetensi yang kini menjadi perhatian perusahaan dalam merekrut talenta muda. Selain mengenal profil perusahaan, mahasiswa juga memperoleh perspektif langsung mengenai ekspektasi dunia kerja dari sudut pandang industri.

Kegiatan diawali dengan sesi company introduction yang memperkenalkan profil PT Eonchemicals Putra beserta ruang lingkup bisnis perusahaan di sektor energi dan pertambangan. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan talk show bersama Industrial Manager Mining PT Eonchemicals Putra, Bayu Irawan, serta alumni Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina angkatan 2020, Achmad Haris Nandi, yang kini berkarier di perusahaan tersebut.

Dalam paparannya, Bayu menegaskan bahwa keberhasilan membangun karier tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan bekerja secara efektif bersama orang lain.

"Industri membutuhkan individu yang mampu terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, serta bekerja secara efektif dalam tim. Kompetensi teknis menjadi fondasi penting, tetapi kemampuan komunikasi dan pola pikir yang terbuka akan menentukan bagaimana seseorang berkembang di lingkungan profesional" jelasnya.

Menurut Bayu, keterampilan interpersonal menjadi faktor yang semakin diperhitungkan perusahaan karena lingkungan kerja saat ini menuntut kolaborasi lintas fungsi serta kemampuan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Perspektif tersebut turut diperkuat oleh Achmad Haris Nandi yang membagikan pengalamannya sejak menyelesaikan studi hingga berkarier di industri. Menurutnya, pengalaman mengikuti organisasi, kompetisi, maupun berbagai kegiatan pengembangan diri selama kuliah memberikan bekal yang relevan ketika memasuki proses rekrutmen.

"Pengalaman organisasi, kompetisi, maupun kegiatan pengembangan diri selama kuliah memberikan nilai tambah yang sangat membantu ketika memasuki dunia kerja. Industri tidak hanya melihat apa yang kita pelajari, tetapi juga bagaimana kita berkembang sebagai individu" ungkap Achmad.

Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri sekaligus langkah-langkah yang dapat dipersiapkan sejak masa perkuliahan. Kehadiran praktisi dan alumni dalam satu forum juga memberikan gambaran mengenai proses transisi dari bangku kuliah menuju dunia profesional, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri lebih dini sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesiapan kerja mahasiswa sesuai kebutuhan industri, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung dari praktisi dan alumni. [MV]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved