ID / EN
Berita Kampus

ECOSITE 2026, Mahasiswa Teknik Lingkungan UPER Kunjungi Kementerian LH RI


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 30 Juni 2026
Dibaca: 10 kali
Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan lingkungan, mulai dari perubahan iklim, pencemaran, hingga pengelolaan sumber daya alam, kebutuhan akan lulusan yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami proses penyusunan kebijakan publik semakin mendesak. 

United Nations Environment Programme (UNEP) pun menekankan bahwa experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman menjadi salah satu pendekatan efektif dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Pertamina menyelenggarakan ECOSITE (Environmental Company Visit) 2026 melalui kunjungan edukatif ke Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH/BPLH RI). 

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung bagaimana kebijakan lingkungan dirumuskan, diimplementasikan, hingga diawasi oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup nasional.

Didampingi oleh Dr. Bob Adyari, Ph.D. selaku dosen pendamping, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina mengikuti serangkaian diskusi bersama jajaran KLH/BPLH RI mengenai peran strategis kementerian dalam penyusunan regulasi, pengendalian pencemaran, serta pengawasan terhadap berbagai isu lingkungan yang menjadi perhatian nasional. 

Melalui site tour, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai mekanisme kerja kementerian dalam mendukung implementasi kebijakan lingkungan di Indonesia.

Tidak hanya memahami aspek kelembagaan, mahasiswa juga diajak melihat bagaimana tantangan pengelolaan lingkungan membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Perspektif tersebut menjadi bekal penting bagi calon insinyur lingkungan yang kelak berperan dalam merancang solusi berbasis sains sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika regulasi.

Direktur PPMA Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono, S.H., menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

"Pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa sebagai calon profesional memiliki posisi strategis untuk menghadirkan inovasi, memperkuat budaya ilmiah, serta menjadi penghubung antara perkembangan ilmu pengetahuan dengan implementasi kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan," ujarnya.

Bagi mahasiswa, kunjungan ini menjadi pengalaman yang melengkapi pembelajaran di ruang kelas dengan pemahaman mengenai praktik tata kelola lingkungan di tingkat nasional. Devita Aprilia, salah satu peserta ECOSITE 2026, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara ilmu teknik lingkungan dan proses pengambilan kebijakan.

"Selama ini kami banyak mempelajari konsep pengelolaan lingkungan dari sisi akademik. Melalui kunjungan ini, saya dapat melihat secara langsung bagaimana proses perumusan kebijakan, koordinasi antarlembaga, hingga pengawasan lingkungan dilakukan. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami peran seorang insinyur lingkungan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan," ungkapnya.

Melalui ECOSITE 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai tata kelola lingkungan di tingkat nasional, tetapi juga memahami bahwa penyelesaian berbagai persoalan lingkungan memerlukan keterpaduan antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan implementasi di lapangan. 

Pengalaman belajar secara langsung dari institusi pembuat kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon profesional yang adaptif, kritis, dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan global, ECOSITE 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman nyata serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah dalam membangun kapasitas generasi muda yang berdaya saing dan berorientasi pada keberlanjutan. [MV]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved