Panggung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, menjadi saksi bagi mahasiswa Universitas Pertamina untuk mengekspresikan keberanian dan kecintaan mereka terhadap musik. Melalui konser bertajuk “Of Courage, Love and Fantasia”, Energio Orchestra (EOR) dan Vox Gloria Choir (VGC) mempertemukan permainan orkestra dan harmoni paduan suara dalam sebuah pertunjukan yang digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Konser tersebut tidak hanya menjadi ajang penampilan musikal, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menerjemahkan gagasan, emosi, dan kreativitas ke dalam sebuah pertunjukan bersama. Di atas panggung, EOR dan VGC menghadirkan karya musik yang merefleksikan tiga nilai yang menjadi dasar konser, yakni keberanian, cinta, dan imajinasi.
Melalui tema yang diangkat, keberanian dimaknai sebagai dorongan untuk berani tampil dan berkarya, sementara cinta merepresentasikan kedekatan mahasiswa dengan musik serta proses yang mereka jalani. Adapun fantasia menjadi simbol kebebasan untuk mengeksplorasi imajinasi dan menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda kepada penonton.
Bagi para mahasiswa yang terlibat, pertunjukan ini menjadi bagian dari proses untuk mengembangkan kemampuan musikal sekaligus belajar bekerja dalam sebuah kelompok. Orkestra dan paduan suara menuntut setiap anggota untuk memainkan peran masing-masing secara selaras agar keseluruhan pertunjukan dapat berjalan sebagai satu kesatuan.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono mengapresiasi kerja keras mahasiswa dalam mempersiapkan dan menghadirkan konser tersebut. Menurutnya, pengalaman berkesenian memberikan ruang pembelajaran yang berbeda bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kemampuan individu, tetapi juga belajar membangun kerja sama dan kepercayaan dalam sebuah tim.
“Karya seperti ini lahir dari proses yang tidak singkat. Ada keberanian untuk tampil, ada kedisiplinan dalam berlatih, dan ada kemampuan untuk bekerja bersama. Hal-hal tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman mahasiswa yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas,” ujar Prof Djoko.
Ketua Pelaksana konser, Novardianto Putera, mengatakan bahwa pemilihan tema “Of Courage, Love and Fantasia” menjadi cara EOR dan VGC untuk mengajak mahasiswa lebih berani menunjukkan ekspresi dan kemampuan mereka melalui musik.
“Kami ingin membawa pesan bahwa setiap orang memiliki keberanian untuk berkarya dan mengekspresikan dirinya. Melalui konser ini, kami mencoba menuangkan keberanian, kecintaan terhadap musik, dan imajinasi ke dalam satu pertunjukan yang dapat dinikmati bersama,” ungkapnya.
Ia berharap konser tersebut dapat menjadi momentum bagi EOR dan VGC untuk terus berkembang serta membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk berproses dan tampil di hadapan publik.
“Kami berharap EOR dan VGC dapat terus berkembang, semakin dikenal, dan memiliki kesempatan untuk menghadirkan lebih banyak pertunjukan ke depannya. Yang paling penting, semoga semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba, berkarya, dan menemukan ruang ekspresinya melalui musik,” tambah Novardianto.
Ruang berkesenian seperti yang dihadirkan melalui konser ini menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang akademik. Proses berkarya, berlatih, berkolaborasi, hingga tampil di hadapan publik turut membentuk kemampuan interpersonal dan karakter yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia dan peran pemuda. Di lingkungan Universitas Pertamina, pengembangan mahasiswa tidak hanya diarahkan pada penguasaan kompetensi akademik, tetapi juga pada kesempatan untuk mengasah kreativitas, keberanian, kolaborasi, dan ekspresi melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Kegiatan ini juga turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman di luar pembelajaran akademik.
Melalui ruang-ruang tersebut, UPER Berdampak diwujudkan melalui pengalaman mahasiswa yang tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi berkembang menjadi karya yang dapat hadir dan diapresiasi di ruang publik. Konser Of Courage, Love and Fantasia menjadi salah satu bentuk bagaimana kreativitas mahasiswa diberi ruang untuk tumbuh, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman yang memperkaya kehidupan akademik dan sosial. [MV]