Pesatnya perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang bagi generasi muda, tetapi juga menghadirkan beragam tantangan di ruang siber, seperti cyber bullying, penyebaran data pribadi (doxing), hoaks, hingga penipuan daring. Kondisi tersebut menuntut pelajar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki literasi media agar dapat berpikir kritis, menjaga keamanan data pribadi, serta berinteraksi secara etis dan bertanggung jawab di ruang digital.
Sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina menggelar kampanye literasi media di lima sekolah menengah di Jakarta pada 17–22 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari penilaian tugas akhir mata kuliah Literasi Media ini mendorong mahasiswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas melalui edukasi langsung kepada pelajar.
Melalui pendekatan project-based learning, mata kuliah Literasi Media secara konsisten menghadirkan kampanye edukasi yang dilaksanakan setiap tahun. Program ini menyasar siswa SMP dan SMA sebagai upaya meningkatkan literasi media, membangun kemampuan berpikir kritis, serta membekali generasi muda agar lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital. Kehadiran program ini pun mendapat sambutan positif dari sekolah karena dinilai melengkapi pendidikan karakter digital yang semakin dibutuhkan di tengah tingginya penggunaan gawai oleh pelajar.
Mengusung pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah, mahasiswa menghadirkan materi mengenai berbagai ancaman digital yang paling dekat dengan kehidupan remaja. Di SMPN 48 Jakarta Selatan, kampanye bertajuk "Berani Bersuara, Berani Melindungi" mengangkat isu doxing, harassment, serta pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Melalui storytelling, video edukatif, dan mind mapping berbasis studi kasus, siswa diajak memahami pentingnya melindungi data pribadi sekaligus berani melaporkan tindakan perundungan maupun kekerasan di ruang digital.
Sementara itu, di SMP Negeri 182 Jakarta, mahasiswa mengusung tema "Cerdas Bertransaksi Digital: Lindungi Diri dari Penipuan Online" yang membekali siswa mengenali berbagai modus online scam, menjaga keamanan data pribadi, serta menghindari tautan mencurigakan yang berpotensi mencuri informasi pribadi.
Kemampuan memilah informasi menjadi fokus di SMP Strada Marga Mulia melalui kampanye "Smart Scroll, Smart Choice". Melalui diskusi interaktif dan evaluasi berbasis studi kasus, siswa dilatih mengenali hoaks, memverifikasi informasi, serta membangun kebiasaan melakukan cek fakta sebelum memercayai maupun menyebarkan suatu informasi.
Adapun di SMAN 4 Jakarta dan SMAN 68 Jakarta, mahasiswa menghadirkan kampanye "CTRL+Empathy: Control Your Words, Share Empathy" yang menekankan pentingnya etika berkomunikasi di media sosial. Selain memahami cara menyaring informasi sebelum membagikannya, siswa juga diajak membangun empati digital sebagai langkah sederhana untuk mencegah cyber bullying dan menciptakan ruang digital yang lebih aman serta inklusif.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelajar, rangkaian kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina. Mereka ditantang menerjemahkan berbagai istilah teknis dan aspek hukum, seperti UU ITE, doxing, maupun modus penipuan digital, ke dalam bahasa yang mudah dipahami siswa sekolah menengah. Pengalaman tersebut sekaligus mengasah kemampuan komunikasi publik, manajemen proyek, koordinasi tim, hingga penyelesaian masalah secara langsung di lapangan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa menyerahkan berbagai media edukasi berupa infografis dan video literasi digital yang dapat dimanfaatkan sekolah sebagai bahan pembelajaran lanjutan. Materi tersebut diharapkan membantu guru, siswa, maupun orang tua dalam membangun budaya bermedia digital yang lebih aman, kritis, dan bertanggung jawab. Sejumlah sekolah juga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sebagai agenda edukasi tahunan yang mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika tantangan digital.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen UPER Berdampak, di mana proses pembelajaran di Universitas Pertamina tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui mata kuliah Literasi Media, mahasiswa Program Studi Komunikasi secara konsisten mengedukasi pelajar SMP dan SMA agar lebih kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media digital. Inisiatif yang dilaksanakan setiap tahun ini sekaligus mempertegas peran Universitas Pertamina dalam mencetak lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat di era digital.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan peningkatan kualitas karakter.
Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi digital, SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui edukasi pencegahan kekerasan di ruang digital, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Pertamina dan sekolah-sekolah mitra dalam memperkuat literasi media generasi muda. [KC]