ID / EN
Berita Kampus

UPER Hadirkan Pembelajaran Kontekstual untuk Wawasan Masa Depan Siswa SMA


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 12 Mei 2026
Dibaca: 15 kali
Sektor logistik terbukti memiliki peran besar dalam ekonomi Indonesia. Data menunjukkan biaya logistik nasional mencapai sekitar 14,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2022, masih hampir dua kali lipat dibanding negara maju yang berada di kisaran 7–8% (Kemenko Perekonomian, 2025). 

Selaiin itu, sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian 8,78 persen pada Kuartal IV 2025 dan kontribusi lebih dari 6 persen terhadap PDB (Kemenko Perekonomian, 2026).

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa logistik bukan sekadar aktivitas distribusi, melainkan fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Bahkan, nilai pasar logistik Indonesia diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar dan terus tumbuh seiring perkembangan ekonomi digital.

Namun, literasi logistik di kalangan pelajar masih tergolong rendah. Banyak siswa belum memahami bahwa aktivitas sehari-hari, seperti pengiriman barang hingga ketersediaan produk, sangat bergantung pada sistem logistik yang kompleks dan terintegrasi.

Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi sejak dini. Pendekatan berbasis isu dinilai lebih efektif karena mampu mengaitkan materi dengan realitas industri, terutama di tengah pertumbuhan sektor logistik yang mencapai dua digit dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta pada 1 April 2026, siswa diajak memahami peran distribusi sebagai fondasi kehidupan modern sekaligus pendorong efisiensi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Materi yang disampaikan menyoroti peran logistik dalam rantai pasok global, peluang karier, serta tantangan industri masa depan. Hal ini memberikan perspektif bahwa logistik bukan sekadar distribusi, melainkan sistem strategis yang menentukan efisiensi, konektivitas, dan daya saing suatu negara.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung interaktif melalui presentasi dan diskusi. 

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga bentuk kontribusi kami dalam meningkatkan literasi logistik di kalangan pelajar. Kami ingin siswa memahami relevansi ilmu logistik terhadap kebutuhan industri,” ujar Kemas Muhammad Adenandrey Ardiansyah.

Sebagai penanggung jawab ARNAFEST 2026, Kemas menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan siswa terhadap peluang karier logistik. Menurutnya, pemahaman sejak dini penting agar siswa lebih siap menghadapi dinamika industri dan perkembangan ekonomi global.

Edukasi berbasis isu seperti ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sejalan dengan Sustainable Development Goals poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Sosialisasi pun bertransformasi menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran, keterampilan, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. [MP]
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved