Transformasi digital mengubah cara industri energi membaca dan mengolah data kebumian. Analisis bawah permukaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini semakin mengandalkan pemrograman dan otomatisasi untuk menghasilkan interpretasi yang lebih cepat dan akurat.
Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap pengolahan data kebumian berbasis komputasi, Universitas Pertamina menggelar Geophysics Day 4.0: Training Python for Geoscientists Awarding di Laboratorium Geofisika Komputasi. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Pertamina, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran, untuk mempelajari pemanfaatan Python dalam analisis data geosains.
Pelatihan difokuskan pada pengolahan data geospasial dan geofisika berbasis komputasi modern. Peserta mempelajari bagaimana Python dapat digunakan untuk mempercepat proses interpretasi data kebumian, visualisasi bawah permukaan, hingga otomatisasi analisis yang umum digunakan di industri energi.
Sebagai puncak kegiatan, peserta mempresentasikan proyek akhir berupa pemodelan bawah permukaan, visualisasi data geospasial, dan pengolahan data geofisika. Berbagai proyek tersebut menunjukkan bagaimana teknologi pemrograman mampu menyederhanakan alur kerja geosains sekaligus meningkatkan presisi analisis data yang kompleks.
Ketua Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Dicky Ahmad Zaky, M.T., mengatakan penguasaan teknologi digital kini menjadi kompetensi penting bagi geoscientist di tengah perkembangan industri energi berbasis data.
“Penguasaan Python bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan fundamental bagi geoscientist modern untuk menjawab tantangan integrasi data yang semakin masif. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar menulis kode, tetapi juga memahami bagaimana teknologi komputasi dapat mendukung interpretasi data kebumian secara lebih efektif,” ujar Dicky.
Ia menambahkan, integrasi ilmu kebumian dan komputasi membuka peluang inovasi yang lebih luas dalam pengelolaan sumber daya energi. Kemampuan analisis data dan otomatisasi dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan geosains untuk menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Melalui Geophysics Day 4.0, Universitas Pertamina memperkuat komitmennya dalam mencetak talenta energi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri berbasis data. Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan pemrograman, tetapi juga memperkenalkan pendekatan komputasi modern dalam pengolahan data kebumian untuk mendukung proses eksplorasi dan analisis energi yang lebih efisien serta presisi.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penguatan kompetensi teknologi, pengembangan inovasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor energi berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara ilmu kebumian dan teknologi komputasi, Universitas Pertamina mendorong lahirnya generasi geoscientist yang mampu menjawab tantangan transformasi industri energi di masa depan. [MP]