Memahami kebutuhan industri menjadi salah satu langkah penting bagi mahasiswa yang ingin berkarier di sektor energi. Selain kompetensi akademik, kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, dan merencanakan pengembangan diri menjadi bekal yang semakin dibutuhkan di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.
Kesempatan untuk memperoleh wawasan tersebut dihadirkan melalui SPE Interact II bertajuk “Bridging Campus and Industry: Shaping Future Energy Professionals” yang diselenggarakan Society of Petroleum Engineers Universitas Pertamina Student Chapter (SPE UP SC) pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Gedung Modular Universitas Pertamina.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa aktif Universitas Pertamina dan dirancang untuk membantu peserta memahami jalur karier serta kesiapan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia profesional.
Sebagai program kerja Departemen Human Resources and Development SPE UP SC, SPE Interact II dikemas melalui seminar, sesi hands-on, dan talk show interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan industri energi sekaligus strategi yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan karier sejak masa perkuliahan.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Asyifa Defirsta Saffana, S.T., Jr. Drilling Engineer PT Pertamina Hulu Energi sekaligus alumni Teknik Perminyakan Universitas Pertamina angkatan 2019, serta Arinta Fadly, S.Kom., MBA., Technical Advisor. Keduanya membagikan pengalaman profesional, tantangan yang dihadapi di dunia kerja, serta berbagai pembelajaran yang diperoleh selama meniti karier di sektor energi.
Melalui sesi diskusi dan talk show, peserta diajak memahami kondisi industri minyak dan gas, pentingnya perencanaan roadmap perkuliahan, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja. Kehadiran alumni yang telah berkarier di industri juga memberikan gambaran nyata mengenai transisi dari dunia kampus menuju lingkungan profesional.
Pada sesi diskusi, Asyifa Defirsta Saffana menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam membangun arah karier sejak dini. Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan industri dan perencanaan yang terarah menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang terus berkembang.
“Perjalanan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memahami kebutuhan industri. Semakin dini mahasiswa mengenali tujuan serta mempersiapkan langkah strategisnya, semakin besar peluang untuk berkembang dan memberikan dampak nyata di dunia profesional,” ujar Asyifa.
Sementara itu, Arinta Fadly menyoroti pentingnya kemampuan mahasiswa untuk terus mengembangkan diri di tengah perubahan industri energi yang semakin dinamis dan kompetitif.
“Dunia industri terus berkembang dengan cepat sehingga mahasiswa perlu membangun pola pikir adaptif dan kemauan untuk terus belajar. Selain kompetensi teknis, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi perubahan menjadi nilai penting yang akan mendukung perjalanan karier di masa depan,” ujar Arinta.
Melalui SPE Interact II, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri energi, tetapi juga pemahaman mengenai kompetensi dan kesiapan yang dibutuhkan untuk membangun karier profesional. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan pengalaman akademik dengan kebutuhan industri sekaligus membantu mahasiswa mempersiapkan langkah karier secara lebih terarah.
Inisiatif tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi, kesiapan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia unggul untuk mendukung industri energi yang berkelanjutan. [MP]