Memahami teori di ruang kuliah menjadi bekal penting bagi mahasiswa. Namun, mengenal bagaimana ilmu tersebut diterapkan secara langsung di dunia kerja juga menjadi bagian yang tak kalah penting dalam mempersiapkan karier profesional.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia kerja kepada mahasiswa, Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina menyelenggarakan Kunjungan Industri ke Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Geophysics Day 4.0 ini diikuti oleh 60 finalis kompetisi tingkat mahasiswa. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja profesional di sektor energi sekaligus memahami penerapan ilmu geofisika di dunia industri.
Selama kunjungan, peserta mengunjungi Gedung Eksplorasi LEMIGAS, termasuk Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi, dan Geokimia. Di lokasi tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai fasilitas dan proses yang mendukung kegiatan eksplorasi migas, sehingga memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai bidang pekerjaan yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari.
Pengalaman belajar langsung di lingkungan industri menjadi salah satu nilai utama dari kegiatan ini. Selain memperluas wawasan mengenai perkembangan sektor energi, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja profesional.
Dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Yohanes B. Doi Wangga, M.T., menjelaskan bahwa kunjungan industri menjadi sarana penting untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik yang berlangsung di lapangan.
“Kunjungan industri ini menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik profesional di lapangan. Melalui pengalaman langsung, peserta tidak hanya memahami penerapan ilmu geofisika dalam industri, tetapi juga memperoleh wawasan, motivasi, serta kesiapan untuk menghadapi dinamika dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Yohanes.
Bagi peserta, kesempatan melihat langsung lingkungan kerja industri memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas. Berbagai fasilitas laboratorium dan proses kerja yang diperkenalkan selama kunjungan membantu mahasiswa memahami bagaimana ilmu geofisika berperan dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan pengembangan energi.
Salah satu peserta dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai prospek karier di bidang geofisika dan energi.
“Kunjungan ini membuat kami lebih memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam dunia industri. Pengalaman ini juga memotivasi kami untuk terus mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujarnya.
Melalui Geophysics Day 4.0, Universitas Pertamina terus mendorong terciptanya pengalaman belajar yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali mahasiswa dengan wawasan profesional sejak dini, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi perkembangan sektor energi yang terus bergerak dinamis.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, kesiapan kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. [MP]