Target Net Zero Emission (NZE) 2060 menempatkan Indonesia pada tantangan besar untuk mempercepat transisi energi tanpa mengabaikan ketahanan energi nasional. Di tengah kebutuhan mengurangi emisi karbon, berbagai aspek seperti kepastian regulasi, iklim investasi, kesiapan infrastruktur, hingga pengembangan teknologi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan transformasi sektor energi di masa depan.
Isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengukur Ketahanan Energi Indonesia dalam Transisi Energi: Arah Kebijakan dan Investasi Strategis” yang diselenggarakan oleh Sustainability Center Universitas Pertamina bersama International Institute for Sustainable Development (IISD) pada 7 Mei 2026 di Auditorium MyPertamina Universitas Pertamina, Jakarta Selatan.
Forum ini mempertemukan sekitar 40 peserta yang berasal dari instansi pemerintah, lembaga internasional, akademisi, organisasi nonpemerintah, serta think tank untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam mewujudkan sistem energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Dr. Ir. Saleh Abdurrahman, M.Sc., Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. (HC) Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M., Senior Fellow Sustainability Center Universitas Pertamina, serta Neil McCulloch dari IISD.
Pembahasan berfokus pada tantangan implementasi transisi energi di Indonesia, mulai dari aspek regulasi dan investasi hingga kesiapan infrastruktur dan teknologi untuk mendukung pencapaian target NZE 2060. Dalam paparannya, Dr. Ir. Saleh Abdurrahman menegaskan bahwa pencapaian target NZE memerlukan komitmen dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Target Net Zero Emission 2060 hanya dapat dicapai melalui percepatan transisi energi, penguatan energi baru terbarukan, serta dukungan investasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Prof. (HC) Dr. Ir. Dwi Soetjipto menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan iklim investasi yang mendukung pengembangan sektor energi.
“Ketahanan energi nasional membutuhkan tata kelola yang kuat, regulasi yang konsisten, dan iklim investasi yang mampu memberikan kepastian bagi investor energi,” jelasnya.
Melalui forum ini, para peserta memperoleh ruang diskusi strategis untuk mengkaji berbagai aspek yang memengaruhi ketahanan energi Indonesia di tengah proses transisi energi global. Pertukaran perspektif dari berbagai sektor diharapkan dapat memperkaya rekomendasi kebijakan yang mendukung pengembangan sistem energi nasional yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Kolaborasi antara Sustainability Center Universitas Pertamina dan IISD ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, lembaga internasional, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
Melalui dialog berbasis pengetahuan dan pengalaman lintas sektor, upaya menuju NZE 2060 diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan energi Indonesia.