ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Hadirkan Pakar PT Pertamina Lubricants Bahas Masa Depan Transportasi Berkelanjutan


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 29 Mei 2026
Dibaca: 10 kali
Transisi energi mendorong transformasi besar di sektor transportasi, mulai dari pengembangan kendaraan rendah emisi hingga percepatan adopsi kendaraan listrik. Di tengah perubahan tersebut, inovasi teknologi pendukung seperti pelumas tetap memegang peran penting dalam meningkatkan efisiensi energi, menjaga kinerja kendaraan, dan mendukung terciptanya mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Guna memberikan perspektif industri kepada mahasiswa mengenai masa depan mobilitas dan transisi energi, Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina menggelar Kuliah Umum Cipta Karsa bertajuk “Energy Transition in Transportation: Redefining the Role of Lubricants in Future Mobility” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti sekitar 450 mahasiswa dari berbagai program studi.

Kuliah umum menghadirkan Sinung Wikantoro, Vice President Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh Dr. Tegar Nurwahyu Wijaya, dosen Program Studi Kimia Universitas Pertamina, yang mengarahkan pembahasan mengenai tantangan dan peluang inovasi industri transportasi di era transisi energi.

Dalam pemaparannya, Sinung menjelaskan bahwa pelumas tidak lagi dipandang sekadar sebagai produk pendukung operasional kendaraan, melainkan bagian dari solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pengurangan emisi. 

Menurutnya, perkembangan industri otomotif menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan turut mendorong lahirnya inovasi pelumas yang semakin adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masa depan.

Resilient lubricants are designed by optimizing deposit control, antioxidant chemistry, and anti-wear protection, not simply by adding more oil. Inovasi pelumas modern kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi kendaraan sekaligus mendukung pengurangan emisi pada sistem transportasi masa depan,” ujar Sinung.

Ia juga menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan rendah emisi, termasuk kendaraan listrik, tetap membutuhkan dukungan teknologi pelumas yang mampu menjawab tantangan baru terkait efisiensi energi, perlindungan komponen, dan keberlanjutan sistem transportasi.

Sementara itu, Dr. Tegar Nurwahyu Wijaya menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam memperluas perspektif mahasiswa terhadap tantangan energi global. Menurutnya, sinergi tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai inovasi teknologi yang berkembang di dunia industri.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa transisi energi tidak hanya berfokus pada energi baru terbarukan, tetapi juga inovasi teknologi pendukung, termasuk pelumas, yang berperan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem transportasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai hubungan antara inovasi kimia, teknologi otomotif, dan transisi energi. Diskusi interaktif yang berlangsung juga membuka perspektif baru mengenai peluang riset dan pengembangan teknologi yang dapat mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kuliah Umum Cipta Karsa menjadi bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri energi dan mobilitas masa depan. 

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan wawasan dan inovasi teknologi untuk mendukung transisi energi berkelanjutan. [MP]
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved