Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia pada pelaksanaan tahun sebelumnya yang dinilai masih belum optimal mendorong Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia DKI Jakarta melakukan evaluasi dan penguatan pembelajaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui REAKSI (Refleksi dan Aksi TKA Kimia untuk 2026) yang mempertemukan guru Kimia dari berbagai wilayah di DKI Jakarta untuk memperkuat kompetensi sekaligus menyamakan persepsi pembelajaran.
REAKSI 2026 digelar di Ruang 2101, 2102, dan 2103 Griya Legita, Universitas Pertamina, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk membahas berbagai tantangan pembelajaran Kimia, mulai dari penyamaan persepsi materi hingga strategi menghadapi TKA Kimia yang akan kembali dilaksanakan pada tahun ini.
Sekretaris MGMP Kimia DKI Jakarta, Isnania Poetry Octaviani, mengatakan pelaksanaan REAKSI 2026 merupakan bagian dari upaya MGMP meningkatkan hasil pembelajaran setelah melihat capaian TKA Kimia pada tahun sebelumnya yang masih dapat ditingkatkan.
“Kami ingin meningkatkan hasil yang sudah ada di tahun lalu. Karena itu, kami mengadakan kegiatan ini sebagai bagian dari refleksi sekaligus aksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Kimia,” ujar Isnania.
Salah satu tantangan yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah perbedaan implementasi pembelajaran antarsekolah. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran pada Fase F untuk kelas XI dan XII memberikan ruang bagi guru dan sekolah dalam menentukan pelaksanaannya. Kondisi tersebut memungkinkan adanya perbedaan urutan materi yang diajarkan antarsekolah.
Untuk merespons kondisi tersebut, REAKSI 2026 menghadirkan sesi penyamaan persepsi antarguru. Upaya ini diharapkan dapat membantu guru Kimia di DKI Jakarta memiliki pemahaman dan standar pembelajaran yang lebih selaras sehingga materi yang diterima peserta didik dapat lebih terarah.
“Di Kurikulum Merdeka ini, kita dibagi menjadi dua fase untuk SMA. Fase E untuk kelas 10 dan Fase F untuk kelas 11 dan 12. Fase F pelaksanaannya dikembalikan kepada guru, sehingga setiap sekolah bisa berbeda. Harapannya dengan penyamaan persepsi ini, se-DKI kita punya satu standar yang sama,” jelas Isnania.
Selain penyamaan persepsi, peserta juga mengikuti pembahasan pembelajaran mendalam melalui lesson study, bedah kisi-kisi TKA, serta analisis hasil TKA tahun sebelumnya. Materi tersebut dirancang agar dapat diterapkan kembali oleh guru di sekolah masing-masing.
Khusus melalui bedah kisi-kisi dan analisis hasil TKA, guru diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai materi dan bentuk soal yang akan dihadapi. Hal ini menjadi penting karena Kimia merupakan salah satu mata pelajaran pilihan dalam TKA, sehingga siswa perlu memahami cakupan materi sebelum menentukan pilihannya.
Penguatan kompetensi tersebut juga tidak berhenti pada pelaksanaan REAKSI 2026. MGMP Kimia DKI Jakarta telah mengoordinasikan program lesson study yang akan dilaksanakan melalui open lesson di lima wilayah DKI Jakarta pada Agustus 2026. Program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas praktik pembelajaran guru sekaligus memberikan dampak terhadap hasil belajar dan prestasi siswa.
Dalam proses penguatan kompetensi tersebut, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting. Isnania menilai guru memiliki keterbatasan tertentu dalam sarana maupun pendalaman materi, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat memperkaya pengetahuan guru.
“Ketika kita ingin memperdalam materi Kimia, kebanyakan kita hanya sebatas membahas materi-materi yang ada di SMA. Ketika bekerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Universitas Pertamina yang memiliki dosen Kimia Organik, Kimia Fisik, dan lainnya, kita bisa menimba ilmu lebih dalam,” ujar Isnania.
Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat dibawa guru ke ruang kelas untuk memperkaya pembelajaran bagi siswa. Menurut Isnania, kolaborasi antara MGMP dan perguruan tinggi merupakan bagian dari ekosistem pendidikan yang perlu terus dibangun agar guru dapat saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kolaborasi MGMP Kimia DKI Jakarta dan Universitas Pertamina juga telah berlangsung dalam pembinaan siswa. Laboratorium Universitas Pertamina beberapa kali dimanfaatkan sebagai tempat latihan bagi siswa terpilih dari berbagai wilayah di DKI Jakarta yang akan mewakili provinsi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia.
“Kami sangat berterima kasih kepada UPER karena membuka lebar pintu untuk kami bekerja sama dan berkolaborasi di sini,” tutur Isnania.
Pelaksanaan REAKSI 2026 turut diwarnai diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman antarguru. Bagi peserta, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pengembangan kompetensi, tetapi juga kesempatan untuk bertukar praktik baik dan memperkuat jejaring sesama pendidik Kimia di DKI Jakarta.
Bagi Isnania, pengembangan kompetensi guru perlu menjadi proses yang berlangsung sepanjang karier. Perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), menuntut guru untuk terus belajar sekaligus mampu menggunakan teknologi secara kritis.
“Guru itu harus punya prinsip bahwa kita adalah pembelajar sepanjang hidup. Kita tidak akan pernah berhenti belajar karena zaman terus berubah, salah satunya dengan teknologi. AI memang bisa membantu guru, tetapi kita sebagai pengguna harus mengkurasi terlebih dahulu apakah data yang diberikan benar atau tidak,” ujarnya.
Kolaborasi Universitas Pertamina dan MGMP Kimia DKI Jakarta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan kapasitas pendidik dan peningkatan kualitas pembelajaran. Upaya ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia unggul melalui penguatan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Sinergi antara MGMP, sekolah, dan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan. Melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi guru, dan pemanfaatan fasilitas akademik, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran Kimia di DKI Jakarta. [MP]