ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Gandeng CarbonArc Kembangkan Teknologi Carbon Removal


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 11 September 2026
Dibaca: 5 kali
Upaya menghadapi perubahan iklim membutuhkan solusi yang tidak hanya menekan emisi, tetapi juga mampu mengurangi karbon dioksida (CO₂) yang telah berada di atmosfer. Melihat kebutuhan tersebut, Universitas Pertamina (UPER) mengambil langkah untuk memperkuat pengembangan teknologi carbon removal di Indonesia melalui kolaborasi riset bersama CarbonArc Research and Development Solutions W.L.L. (CarbonArc).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi bidang sustainability di Jakarta, 18 Agustus 2026. Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi UPER dan CarbonArc untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan teknologi pengurangan karbon.

Langkah tersebut menjadi relevan di tengah peningkatan konsentrasi CO₂ global. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat konsentrasi CO₂ mencapai 423,9 ppm pada 2024, meningkat 3,5 ppm dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi peningkatan tahunan terbesar dalam catatan pengukuran modern dan memperkuat urgensi pengembangan solusi berbasis sains untuk menghadapi perubahan iklim.

Bagi UPER, tantangan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran melalui riset dan inovasi. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menilai pengembangan teknologi carbon removal perlu mulai dibangun secara serius di Indonesia, khususnya melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku teknologi.

“Saya sangat mendukung kerja sama ini. Bidang seperti ini di Indonesia masih sangat baru. Kita perlu mengambil peran sebagai leader dalam pengembangan teknologi carbon removal melalui riset, proyek percontohan, dan kolaborasi lintas institusi,” ujar Prof. Ichsan.

Salah satu teknologi yang menjadi fokus CarbonArc adalah Enhanced Rock Weathering (ERW), yaitu pendekatan carbon removal yang memanfaatkan proses pelapukan batuan untuk membantu menyerap CO₂ dari atmosfer. CarbonArc mengembangkan metodologi Measurement, Reporting, and Verification (MRV) berbasis sains untuk memastikan proses pengurangan karbon dapat diukur dan diverifikasi secara kredibel.

Founder dan CEO CarbonArc, Dr. Wahyuningrum Lestari, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi yang potensial untuk pengembangan ERW. Iklim tropis, curah hujan, ketersediaan batuan vulkanik, serta luasnya lahan pertanian menjadi sejumlah faktor yang dapat mendukung penerapan teknologi tersebut.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan ERW. Iklim dan curah hujan mendukung proses weathering, sementara ketersediaan batuan vulkanik dan lahan pertanian yang luas memberikan peluang untuk mengembangkan teknologi ini secara lebih luas,” ujar Dr. Wahyuningrum.

Selain berpotensi berkontribusi terhadap pengurangan karbon, ERW juga memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian. Material berbasis batuan silikat yang diaplikasikan pada lahan dapat berperan dalam proses carbon removal sekaligus berpotensi memberikan manfaat bagi tanah dan produktivitas pertanian. Potensi tersebut membuat pengembangan ERW membutuhkan kajian lintas disiplin serta sistem pengukuran dan verifikasi yang kuat.

Melalui kerja sama ini, UPER dan CarbonArc akan menjajaki pemanfaatan potensi dan sumber daya masing-masing untuk mengembangkan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang sustainability. Ruang lingkupnya meliputi pendidikan, penelitian, pelatihan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan lain yang disepakati kedua pihak.

Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi sivitas akademika UPER untuk terlibat dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan dekarbonisasi. Penguatan riset, pengembangan proyek percontohan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting agar teknologi carbon removal dapat dikaji berdasarkan karakteristik dan kebutuhan Indonesia.

Upaya tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengembangan solusi berbasis riset untuk merespons tantangan perubahan iklim. Kolaborasi ini juga mendukung arah pembangunan nasional melalui penguatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Bagi Universitas Pertamina, kerja sama dengan CarbonArc menjadi bagian dari komitmen UPER Berdampak untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan memperkuat kolaborasi di bidang carbon removal, UPER tidak hanya mendorong pengembangan teknologi, tetapi juga memperluas peran perguruan tinggi dalam menyiapkan solusi bagi tantangan dekarbonisasi dan keberlanjutan di Indonesia. [MP]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved