ID / EN
Berita Kampus

Tanam 45 Pohon di Natuna, UKM Sobat Bumi UPER Kenalkan Ekoteologi kepada Pelajar


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 8 September 2026
Dibaca: 7 kali
Sebanyak 45 bibit pohon ditanam di tiga sekolah di Kabupaten Natuna melalui kolaborasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sobat Bumi Universitas Pertamina (UPER) dan Kompasiana pada 26–27 Agustus 2026. Tak hanya melakukan penghijauan, mahasiswa juga mengajak para pelajar memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui edukasi bertema “Ekoteologi: Menanam Harapan, Merawat Masa Depan.”

Kegiatan tersebut menyasar MAN 1 Natuna pada Rabu (26/8), kemudian SMAN 2 Bunguran Timur dan SMAN 1 Bunguran Timur pada Kamis (27/8). Aksi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit V Natuna.

Natuna sebagai wilayah perbatasan memiliki kekayaan ekosistem dan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga. Kondisi tersebut menjadikan keterlibatan generasi muda penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai aksi penanaman, tetapi juga sebagai ruang bagi pelajar untuk memahami hubungan antara manusia dan alam serta peran mereka dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa UKM Sobat Bumi UPER memperkenalkan konsep ekoteologi yang menghubungkan nilai spiritual dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan ini mengajak pelajar melihat alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan, melainkan bagian dari kehidupan yang perlu dihormati dan dijaga.

Risky Fajar Cahya Tasura Simanungkalit, mahasiswa UPER yang menjadi pemateri, menjelaskan bahwa ekoteologi juga mengkritisi pandangan antroposentrisme yang menempatkan manusia sebagai pusat kehidupan.

“Manusia bukanlah pusat alam semesta, melainkan bagian dari ekosistem yang saling bergantung. Merawat alam berarti merawat diri kita sendiri dan masa depan. Sebaliknya, ketika alam diperlakukan sembarangan, dampaknya akan kembali kepada manusia,” jelas Risky di hadapan para siswa.

Pesan tersebut kemudian diterapkan melalui aksi penanaman bibit pohon bersama para pelajar. Dengan menggabungkan edukasi dan praktik langsung, kegiatan ini diharapkan membantu siswa melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana di lingkungan sekitar.

Ketua UKM Sobat Bumi UPER, Adrenalin Syahrobby, mengatakan bahwa pelibatan pelajar menjadi bagian penting untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan, khususnya di wilayah perbatasan seperti Natuna.
“Kami ingin aksi ini tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dari sekolah. Apalagi Natuna merupakan wilayah perbatasan dengan kekayaan ekologis yang perlu dijaga bersama,” ujar Adrenalin.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan, sekolah, dan Kompasiana turut memperkuat upaya tersebut. Kolaborasi lintas pihak memungkinkan edukasi lingkungan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi dilanjutkan melalui aksi nyata yang melibatkan para pelajar secara langsung.

Kegiatan di Natuna menjadi salah satu bentuk implementasi semangat UPER Berdampak, yang mendorong peran Universitas Pertamina tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui keterlibatan mahasiswa, pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik diterjemahkan menjadi edukasi dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Semangat tersebut juga selaras dengan Asta Cita ke-8, khususnya dalam upaya memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan alam. Dalam konteks kegiatan ini, semangat tersebut diwujudkan dengan membekali pelajar pengetahuan tentang lingkungan sekaligus mengajak mereka mengambil bagian dalam menjaga ekosistem melalui aksi penanaman pohon. 

Kontribusi tersebut turut beririsan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Edukasi lingkungan kepada pelajar mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pengetahuan dan kesadaran mengenai keberlanjutan. Sementara itu, penanaman 45 bibit pohon menjadi aksi konkret yang mendukung SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan dengan mendorong kepedulian serta pemeliharaan lingkungan.

Di sisi lain, kolaborasi antara UKM Sobat Bumi UPER, Kompasiana, sekolah, dan Pemerintah Kabupaten Natuna menunjukkan pentingnya kemitraan dalam menghadirkan dampak yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menempatkan kolaborasi berbagai pihak sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pada akhirnya, UPER Berdampak bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, tetapi tentang meninggalkan dampak yang dapat terus tumbuh setelah kegiatan selesai. Empat puluh lima bibit pohon yang ditanam mungkin dimulai dari langkah sederhana, tetapi pengetahuan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab yang ditanam bersama para pelajar Natuna diharapkan terus tumbuh menjadi kebiasaan untuk menjaga lingkungan dan masa depan. [RF]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved