ID / EN
Berita Kampus

Lentera Pengabdian Universitas Pertamina: Merayakan Perjalanan, Meneruskan Warisan Kepemimpinan


Published by: Universitas Pertamina Senin, 31 Agustus 2026
Dibaca: 18 kali
Setiap perjalanan kepemimpinan memiliki awal dan akhir. Namun, berakhirnya sebuah masa jabatan bukan berarti berakhir pula pengabdian. Nilai, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sebuah institusi. Semangat inilah yang tercermin dalam Lentera Pengabdian, kegiatan yang digelar Universitas Pertamina (UPER) sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para pimpinan sekaligus momentum untuk meneruskan estafet kepemimpinan demi keberlanjutan institusi.

Berlangsung di Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina, Jakarta Selatan, pada Senin, 31 Agustus 2026, Lentera Pengabdian menjadi rangkaian kegiatan penyampaian Surat Keputusan (SK) berakhirnya masa jabatan sekaligus penyerahan cenderamata kepada para pimpinan yang telah menyelesaikan amanah kepemimpinannya. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 pimpinan dan pegawai Universitas Pertamina yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan.

Mengusung tema simbolis “Lentera Pengabdian”, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus menghargai perjalanan para pimpinan yang telah memberikan dedikasi, kontribusi, dan keteladanan bagi Universitas Pertamina. Cahaya yang dinyalakan dalam prosesi tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian tidak berhenti ketika sebuah jabatan berakhir, melainkan diteruskan sebagai nilai dan warisan bagi perjalanan institusi berikutnya.

Bagi Rektor Universitas Pertamina Periode 2023–2026, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, lentera yang menjadi bagian dari prosesi tersebut memiliki makna yang sederhana, tetapi mendalam. Ia memandang lentera sebagai simbol keberlanjutan, yang menggambarkan bagaimana kepemimpinan di sebuah institusi terus bergerak dan diteruskan dari satu generasi pimpinan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari perjalanan sebuah organisasi. Setiap periode memiliki tantangan dan kontribusinya masing-masing, sementara nilai-nilai baik serta fondasi yang telah dibangun sebelumnya dapat menjadi pijakan bagi para penerus untuk melanjutkan perjalanan institusi.

“Lentera ini menggambarkan adanya proses estafet kepemimpinan. Dari apa yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian diteruskan oleh pimpinan berikutnya. Karena itu, menurut saya, simbol lentera ini sangat baik untuk menggambarkan keberlanjutan perjalanan Universitas Pertamina,” tutur Prof. Wawan.

Lentera Pengabdian turut menandai berakhirnya masa jabatan sejumlah Pimpinan Demisioner Universitas Pertamina. Mereka terdiri atas:
  1. Rektor Universitas Pertamina Periode 2023–2026 Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU;
  2. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, IPU;
  3. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerja Sama Prof. Dr. techn. Djoko Triyono;
  4. Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Periode 2021–2026 Dr. Dewi Hanggraeni, S.E., M.B.A.;
  5. Dekan Fakultas Perencanaan Infrastruktur sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Industri Periode 2022–2026 Ir. Tota Simatupang, M.Eng., Ph.D.; serta
  6. Dekan Fakultas Sains dan Informatika sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi Periode 2023–2026 Prof. Ir. Eddy Ariyono Subroto, Ph.D.

Di tengah momentum tersebut, Rektor Universitas Pertamina Periode 2026–2031, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan oleh para pimpinan pada periode sebelumnya. Baginya, perjalanan dan capaian yang telah dibangun bukan sekadar hasil dari sebuah masa kepemimpinan, tetapi merupakan warisan yang perlu dijaga, dirawat, dan dikembangkan oleh generasi pimpinan berikutnya.

Prof. Ichsan menilai keberlanjutan menjadi hal penting dalam membawa Universitas Pertamina terus berkembang. Kepemimpinan yang baru, menurutnya, tidak memulai perjalanan dari titik nol, melainkan melanjutkan fondasi, nilai, serta berbagai capaian yang telah dibangun sebelumnya untuk kemudian dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang semakin besar.

“Bagi saya dan teman-teman yang mendapatkan amanah untuk melanjutkan kepemimpinan ini, apa yang telah dibangun oleh para pimpinan sebelumnya merupakan sebuah warisan yang sangat berharga. Insya Allah, warisan tersebut akan kami jaga dan kami lanjutkan, tentu dengan semangat untuk terus melakukan pengembangan agar Universitas Pertamina dapat menjadi lebih baik dan memberikan dampak yang semakin luas,” ujar Prof. Ichsan.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab para pimpinan, tetapi juga seluruh sivitas akademika Universitas Pertamina. Setiap individu memiliki peran dalam meneruskan nilai dan semangat yang telah dibangun bersama.

Bagi Prof. Ichsan, jabatan bukanlah tujuan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan amanah dan sarana untuk menghadirkan kontribusi. Karena itu, kepemimpinan perlu dimaknai sebagai kesempatan untuk bekerja bersama, membangun lingkungan yang saling mendukung, serta menghadirkan manfaat bagi institusi dan lingkungan yang lebih luas.

Melalui Lentera Pengabdian, Universitas Pertamina menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan bukanlah akhir dari sebuah kontribusi. Setiap kepemimpinan meninggalkan jejak, setiap pengabdian menghadirkan nilai, dan setiap warisan memiliki kesempatan untuk diteruskan menjadi dampak yang lebih besar. Dari satu lentera ke lentera berikutnya, semangat pengabdian terus menyala untuk membawa Universitas Pertamina melangkah semakin berdampak bagi Pertamina dan bangsa Indonesia.

Semangat kontribusi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Universitas Pertamina dalam mewujudkan UPER Berdampak, yakni mendorong agar pengetahuan, kepemimpinan, dan berbagai kontribusi sivitas akademika dapat memberikan manfaat yang nyata. Nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan sumber daya manusia, kolaborasi, serta kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, semangat tersebut memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Penguatan pendidikan, pengembangan kompetensi yang adaptif, serta kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan kontribusi perguruan tinggi dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. [AN]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved