ID / EN
Berita Kampus

Keamanan Siber Bukan Hanya Urusan Tim IT, Universitas Pertamina Perkuat Security Awareness Sivitas Akademika


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 29 Agustus 2026
Dibaca: 14 kali
Ancaman serangan siber dan risiko kebocoran data terus berkembang seiring dengan pesatnya transformasi digital. Bagi institusi pendidikan tinggi, risiko tersebut tidak hanya dapat mengganggu operasional, tetapi juga mengancam keamanan data akademik, kepegawaian, hingga reputasi institusi. Di tengah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin luas, kesadaran setiap individu dalam mengelola dan melindungi informasi menjadi salah satu pertahanan penting dalam menjaga keamanan digital.

Berangkat dari pentingnya membangun kesadaran tersebut, Universitas Pertamina menyelenggarakan UPERTalk bertema Security Awareness, Perlindungan Data Pribadi, dan Pemanfaatan AI yang Bertanggung Jawab” pada Rabu, 29 Juli 2026, di Auditorium Pertamina. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam kegiatan tersebut, Eddy Gunawan, IT Security Expert PT Pertamina (Persero), hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa keamanan informasi tidak hanya menjadi tanggung jawab tim teknologi informasi, tetapi juga seluruh individu yang terlibat dalam aktivitas digital sehari-hari.

Menurutnya, berbagai insiden keamanan informasi kerap berawal dari kebiasaan pengguna, mulai dari penggunaan kata sandi yang lemah hingga kurangnya kewaspadaan dalam mengakses tautan atau membagikan informasi. Oleh karena itu, setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya ancaman siber.

“Keamanan bukan hanya urusan tim IT, melainkan antisipasi pribadi. Setiap klik, setiap password, dan setiap unggahan data adalah keputusan keamanan yang ada di tangan kita masing-masing. Jika manusia bisa menjadi titik terlemah, maka dengan kebiasaan yang tepat, manusia juga bisa menjadi pertahanan terkuat,” tegas Eddy.

Dalam pemaparannya, Eddy juga menjelaskan berbagai pola dan mekanisme serangan siber yang semakin kompleks serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya. Beberapa kebiasaan sederhana yang perlu diterapkan antara lain menggunakan kata sandi yang panjang dan kuat, melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi, serta melakukan pencadangan data secara berkala.

Pencadangan data menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ketika terjadi gangguan atau serangan terhadap sistem. Dengan memiliki salinan data yang tersimpan dengan baik, data penting akademik maupun kepegawaian dapat tetap dipulihkan dan risiko kehilangan akses terhadap informasi dapat diminimalkan.

Selain keamanan informasi dan perlindungan data pribadi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam aktivitas akademik dan profesional, pengguna perlu semakin memahami pentingnya menjaga keamanan serta kerahasiaan data yang dikelola dan dibagikan melalui teknologi digital.

Melalui UPERTalk ini, Universitas Pertamina mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika terhadap berbagai risiko di ruang digital. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi akademisi untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi industri mengenai perkembangan ancaman siber serta pentingnya membangun kebiasaan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Penguatan security awareness menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola digital yang lebih tangguh di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan kolaborasi antara akademisi dan praktisi PT Pertamina (Persero), Universitas Pertamina terus mendorong terbentuknya ekosistem digital yang tidak hanya memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga memahami risiko dan tanggung jawab yang menyertainya.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan tata kelola institusi yang lebih aman dan responsif terhadap berbagai risiko digital. Penguatan keamanan informasi ini juga turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan dan pengembangan infrastruktur digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Selain itu, penguatan kesadaran keamanan siber dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab juga selaras dengan Asta Cita ke-5, yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Dalam konteks pendidikan tinggi, penguatan kapasitas sumber daya manusia serta kesiapan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem inovasi dan transformasi menuju Indonesia yang lebih berdaya saing.

Melalui UPERTalk ini, Universitas Pertamina juga terus menghadirkan semangat UPER Berdampak dengan memperluas akses sivitas akademika terhadap pengetahuan dan pengalaman praktis dari dunia industri. Kolaborasi bersama PT Pertamina (Persero) menjadi upaya untuk membekali mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan agar tidak hanya mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko di ruang digital. [KC]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved