ID / EN
Berita Kampus

Teknik Geologi UPER Bahas Strategi Menemukan Potensi Migas Baru melalui Pendekatan Tektonik dan Geologi Regional


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 12 Juni 2026
Dibaca: 31 kali
Menemukan cadangan migas baru bukan sekadar persoalan pengeboran. Sebelum sebuah wilayah ditetapkan sebagai target eksplorasi, geosaintis perlu memahami sejarah pembentukan bumi, dinamika tektonik, hingga karakteristik geologi regional yang membentuk suatu cekungan sedimen.

Kebutuhan akan pendekatan eksplorasi yang semakin presisi menjadi perhatian industri energi global. Seiring meningkatnya kompleksitas pencarian sumber daya hidrokarbon, pemahaman terhadap kondisi geologi suatu wilayah menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko eksplorasi dan membuka peluang penemuan sumber energi baru.

Topik tersebut menjadi pembahasan dalam Kuliah Dosen Tamu Mata Kuliah Pengantar Geologi Terapan dan Eksplorasi (PGTE) Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina bertajuk Tectonic & Regional Geology for Defining a New Exploration Play. Kegiatan ini menghadirkan Hade Bakda Maulin dari PT Pertamina Hulu Energi untuk membagikan perspektif industri mengenai peran geologi dalam eksplorasi migas modern.

Dalam pemaparannya, Hade menjelaskan bahwa analisis tektonik dan geologi regional menjadi fondasi dalam mendefinisikan exploration play, yakni konsep awal yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi keberadaan sistem petroleum pada suatu wilayah. Kajian tersebut mencakup evolusi tektonik, pembentukan cekungan sedimen, hingga proses geologi yang memengaruhi terbentuk dan terakumulasinya hidrokarbon.

Pendekatan ini memungkinkan para geosaintis menyusun gambaran yang lebih utuh mengenai potensi suatu area sebelum dilakukan kegiatan eksplorasi yang membutuhkan investasi besar. Integrasi data geologi regional, struktur tektonik, dan karakteristik cekungan juga membantu menekan ketidakpastian serta meningkatkan efektivitas proses pencarian sumber daya energi.

“Memahami tektonik dan geologi regional adalah langkah awal membuka peluang eksplorasi baru yang belum terdefinisi,” ujar Hade.

Diskusi turut mengulas bagaimana metode yang sama digunakan dalam industri untuk mengevaluasi wilayah prospektif dan menentukan area yang layak diteliti lebih lanjut. Bagi mahasiswa, pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara teori geologi yang dipelajari di ruang kelas dengan proses pengambilan keputusan dalam eksplorasi energi.

Perkembangan teknologi eksplorasi memang terus mengalami kemajuan, namun pemahaman terhadap sejarah geologi bumi tetap menjadi landasan utama dalam menemukan sumber daya baru. Karena itu, kemampuan menganalisis tektonik dan geologi regional masih menjadi kompetensi penting yang dibutuhkan geolog di industri energi.

Pembahasan mengenai exploration play, analisis tektonik, dan geologi regional berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kompetensi geosains yang menjadi landasan penting dalam pengembangan inovasi eksplorasi dan pengelolaan sumber daya energi. 

Di saat yang sama, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan praktik yang diterapkan langsung di industri, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual terhadap tantangan sektor energi. [MV]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved