ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Hadirkan Arcandra Tahar Bahas Engineering Design pada Proyek Buoyant Tower Peru


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 23 Juli 2026
Dibaca: 17 kali
Perkembangan infrastruktur global menuntut hadirnya insinyur yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu merancang solusi inovatif terhadap berbagai tantangan rekayasa. Untuk mendukung hal tersebut, perguruan tinggi perlu menghadirkan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman nyata para praktisi industri sehingga kompetensi yang dibangun semakin relevan dengan kebutuhan dunia profesional.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina menyelenggarakan Kuliah Umum Cipta Karsa bertajuk “Engineering Design – Buoyant Tower Peru” pada 9 Juni 2026 di Ruang 2301 Auditorium Universitas Pertamina dan secara daring melalui Zoom Meeting.

Kuliah umum menghadirkan Arcandra Tahar, Ph.D., Independent Commissioner PT PLN, sebagai narasumber utama dengan moderator Dr. Imam Priyono, B.Sc., M.T., dosen Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina.

Dalam pemaparannya, Arcandra mengulas proses perancangan Buoyant Tower Peru sebagai contoh penerapan engineering design dalam menghasilkan solusi infrastruktur yang efektif, efisien, serta mampu menjawab tantangan teknis dan kondisi lingkungan.

Menurut Arcandra, keberhasilan sebuah proyek rekayasa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan seorang insinyur dalam memahami akar permasalahan dan merancang solusi yang memberikan manfaat jangka panjang.

"Engineering design bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi tentang merancang solusi yang memberikan nilai dan manfaat jangka panjang. Seorang engineer harus mampu mengintegrasikan aspek teknis, ekonomi, keselamatan, dan keberlanjutan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Arcandra Tahar.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan analisis, pengambilan keputusan berbasis data, serta kolaborasi multidisiplin dalam menghadapi kompleksitas proyek rekayasa modern. Menurutnya, pengalaman praktis di lapangan menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran di ruang kelas sehingga lulusan teknik mampu beradaptasi dengan dinamika industri yang terus berkembang.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses desain, tantangan implementasi proyek internasional, hingga kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk berkarier sebagai engineer profesional. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai penerapan engineering design sekaligus memahami keterkaitan antara konsep akademik dan praktik di dunia industri.

Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Cipta Karsa, Universitas Pertamina terus memperkuat pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik melalui kolaborasi bersama para profesional dari berbagai sektor industri. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta peningkatan daya saing bangsa. 

Kehadiran praktisi berpengalaman di ruang pembelajaran menjadi salah satu langkah Universitas Pertamina dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat perannya sebagai kampus yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan talenta unggul Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman praktis, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan kompetensi di bidang rekayasa dan inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Pertamina dan praktisi industri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. [MV]

Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved