Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, ditandai dengan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan perubahan iklim tidak hanya membutuhkan inovasi sains dan teknologi, tetapi juga kebijakan yang adaptif serta komunikasi publik yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina menghadirkan Clinovation 2026: Youth Innovation for Climate Action, sebuah proyek pembelajaran yang mempertemukan Program Studi Hubungan Internasional dan Program Studi Komunikasi untuk merancang solusi aksi iklim melalui pendekatan multidisiplin.
Kolaborasi kedua program studi ini berangkat dari pemahaman bahwa penyelesaian isu perubahan iklim memerlukan sinergi berbagai disiplin ilmu. Dalam konteks tersebut, Program Studi Hubungan Internasional menghadirkan perspektif mengenai diplomasi iklim, tata kelola global, serta penyusunan rekomendasi kebijakan. Sementara itu, Program Studi Komunikasi memperkuat kemampuan peserta dalam menerjemahkan gagasan menjadi pesan yang mudah dipahami publik, membangun strategi komunikasi, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam aksi menghadapi perubahan iklim.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Clinovation 2026 yang berlangsung pada 25–27 Juni 2026. Kegiatan ini mengajak mahasiswa dan pelajar mengembangkan solusi melalui kompetisi policy brief, seminar bersama akademisi dan praktisi, hingga aksi rehabilitasi mangrove sebagai implementasi pembelajaran di lapangan.
Dosen Mata Kuliah Proyek Multidisiplin, Ni Wayan Suryatini, S.IP., M.Si., mengatakan Clinovation 2026 dirancang agar peserta tidak hanya memahami persoalan perubahan iklim dari sisi akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan menjadi solusi yang dapat diterapkan.
"Melalui Clinovation 2026, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak bisa diselesaikan hanya dari satu perspektif. Karena itu, peserta tidak hanya belajar menyusun rekomendasi kebijakan melalui policy brief, tetapi juga memahami bagaimana mengomunikasikan gagasan tersebut agar dapat dipahami dan mendorong partisipasi masyarakat. Kolaborasi antara Program Studi Hubungan Internasional dan Program Studi Komunikasi kami hadirkan agar peserta melihat bahwa solusi atas tantangan global membutuhkan berbagai disiplin ilmu yang saling melengkapi," ujar Wayan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta terlebih dahulu mengikuti kompetisi policy brief untuk menyusun rekomendasi kebijakan terhadap berbagai tantangan perubahan iklim. Gagasan terbaik kemudian dipresentasikan dan memperoleh penghargaan pada Seminar Climate Action yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta Selatan, pada 25 Juni 2026.
Seminar menghadirkan Dr. Eng. Ibnu Susanto Joyosemito, akademisi di bidang Environmental & Systems Modeling, serta Dr. Randhi Satria, Country Lead for Ocean Centres Indonesia UN Global Compact. Keduanya berbagi wawasan mengenai perkembangan isu perubahan iklim, pentingnya kolaborasi lintas sektor, serta peran generasi muda dalam menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan lingkungan di tingkat lokal maupun global.
Rangkaian kegiatan ditutup melalui Mangrove Carbon Program di Pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi, pada 27 Juni 2026, dengan penanaman 700 bibit mangrove. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat keterkaitan antara rekomendasi kebijakan yang telah disusun dengan implementasi di lapangan, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa penyelesaian isu perubahan iklim memerlukan sinergi antara gagasan, kolaborasi, dan aksi.
Melalui Clinovation 2026, Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan diplomasi, komunikasi, dan implementasi dalam satu ekosistem pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami persoalan global, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun rekomendasi kebijakan, mengomunikasikan gagasan, serta bekerja lintas disiplin untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak melalui pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan visi UPER Berdampak sekaligus mendukung Asta Cita ke-8 Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.
Selain itu, Clinovation 2026 turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Climate Action melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam merumuskan rekomendasi kebijakan, membangun komunikasi publik, dan mendorong aksi kolaboratif untuk menghadapi perubahan iklim. [AN]