Di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah, seorang lulusan Hubungan Internasional tidak cukup hanya memahami teori mengenai hubungan antarnegara. Kemampuan membaca konteks kawasan, menghargai keberagaman budaya, serta berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan global menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam dunia diplomasi maupun industri internasional.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempresentasikan hasil riset mengenai berbagai kawasan dunia di hadapan sivitas akademika dan perwakilan diplomatik asing, termasuk Tirta Amerta Effendi, Manager Taiwan Education Center, Taiwan Economic and Trade Office (TETO), serta perwakilan dari Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia.
REDIFEST 2026 diikuti oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Dinamika Kawasan Amerika Latin, Australia dan Oseania, Eurasia, Asia Timur, serta Asia Selatan. Festival ini juga menarik antusiasme mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Teknik Mesin dan Teknik Perminyakan, sehingga menciptakan ruang pembelajaran lintas disiplin yang mempertemukan perspektif budaya, politik, dan hubungan internasional.
Kehadiran para perwakilan diplomatik tidak hanya menjadi tamu kehormatan, tetapi juga membuka ruang dialog antara mahasiswa dengan praktisi hubungan internasional. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai perkembangan geopolitik global, peluang studi, hingga pentingnya membangun komunikasi lintas budaya dalam praktik diplomasi.
Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, Dr. Indra Kusumawardhana, S.Hum., M.Hub.Int., menegaskan bahwa pemahaman terhadap keberagaman budaya merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan antarnegara.
"Keberagaman budaya dunia bukan sekadar untuk dipelajari, tetapi juga untuk dipahami dan dihargai sebagai bagian dari upaya membangun hubungan internasional yang harmonis. Di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang, kemampuan memahami cara pandang, nilai, dan karakteristik masyarakat dari berbagai negara menjadi bekal penting bagi mahasiswa Hubungan Internasional. Pembelajaran yang menghadirkan pengalaman lintas budaya seperti ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang kuat, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan membangun saling pengertian dengan berbagai pihak dalam konteks internasional," ujar Dr. Indra.
Selain menyaksikan pertunjukan budaya, pengunjung juga dapat mengeksplorasi galeri edukatif yang menampilkan poster dan infografis mengenai budaya, inovasi, serta kontribusi berbagai negara di tingkat global. Berbagai stan kawasan turut menghadirkan pengalaman interaktif melalui permainan tradisional, kuliner khas, hingga pernak-pernik budaya yang memperkenalkan karakteristik masing-masing negara. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada kelompok dengan penampilan budaya terbaik dari setiap kelas.
REDIFEST 2026 merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina. Melalui festival ini, tugas akhir mata kuliah tidak hanya diwujudkan dalam bentuk presentasi di ruang kelas, tetapi dikembangkan menjadi pameran dan pertunjukan yang mendorong mahasiswa melakukan riset mendalam mengenai sistem politik, kondisi sosial, sejarah, hingga identitas budaya negara yang mereka representasikan.
Pendekatan tersebut mengasah kemampuan riset, komunikasi publik, kolaborasi, berpikir kritis, serta diplomasi lintas budaya. Kompetensi ini menjadi bekal penting bagi lulusan Hubungan Internasional untuk berkarier di berbagai sektor, mulai dari diplomasi, organisasi internasional, perusahaan multinasional, lembaga riset, hingga industri yang membutuhkan pemahaman terhadap dinamika global.
Melalui penyelenggaraan REDIFEST 2026, Universitas Pertamina terus menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan pengalaman nyata sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa. Langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan peningkatan daya saing bangsa.
Dengan membekali mahasiswa kemampuan memahami dinamika global serta membangun komunikasi lintas budaya, Universitas Pertamina menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak melalui lahirnya lulusan yang siap berkontribusi, menjalin kolaborasi lintas negara, dan menjawab tantangan di tingkat global.
Pelaksanaan REDIFEST 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi global dan pembelajaran berbasis pengalaman, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dengan perwakilan diplomatik internasional. [KC]