JAKARTA – Meningkatnya partisipasi generasi muda dalam menyampaikan aspirasi publik menuntut pemahaman yang lebih baik mengenai hak konstitusional, etika berdemokrasi, serta koridor hukum.
The Economist Intelligence Unit melalui Democracy Index 2024 menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh kebebasan berekspresi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang kritis sekaligus berintegritas dalam menjalankan kehidupan demokrasi.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan literasi demokrasi, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Pertamina menyelenggarakan SIMPUL (Simulasi dan Pemahaman Umum) DEMO 2026 bertema "Berani Bersuara, Bijak Bertindak: Memahami Etika dan Hak Demonstran dalam Bingkai Demokrasi" pada tanggal 19 Juni 2026 di Universitas Pertamina.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai hak dan kewajiban demonstran, etika penyampaian aspirasi, serta prinsip-prinsip demokrasi sesuai ketentuan hukum di Indonesia melalui kombinasi materi, diskusi interaktif, dan simulasi praktik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test guna mengukur pemahaman awal peserta terkait hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Selanjutnya, peserta mengikuti talkshow interaktif bersama M. Faiz Zuhdi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) 2025 sekaligus pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Dalam sesi tersebut, ia mengulas prosedur penyampaian aspirasi, etika berdemokrasi, hingga pentingnya menghormati hak seluruh pihak dalam ruang publik.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui simulasi demonstrasi yang memberikan gambaran mengenai tahapan penyampaian aspirasi secara tertib, mulai dari persiapan aksi, pelaksanaan penyampaian pendapat, hingga penerapan etika selama kegiatan berlangsung. Pendekatan berbasis pengalaman ini memungkinkan peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mengasah kemampuan berkomunikasi, berkoordinasi, dan menaati aturan dalam pelaksanaan aksi penyampaian pendapat.
Dalam pemaparannya, Faiz menekankan bahwa demonstrasi merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.
"Demonstrasi bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi juga mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Aspirasi yang disampaikan secara tertib, argumentatif, dan berlandaskan data akan memiliki daya dorong yang lebih kuat dalam menciptakan ruang dialog yang konstruktif," ujarnya.
Sebagai penutup, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara dalam memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai praktik demokrasi yang berlandaskan etika dan hukum.
Melalui SIMPUL DEMO 2026, HMTL Universitas Pertamina menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan pemahaman konseptual dengan praktik nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, bertanggung jawab, dan menghormati nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan literasi demokrasi, supremasi hukum, dan partisipasi masyarakat yang inklusif, serta SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan yang membangun karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab kewargaan mahasiswa. [MV]