ID / EN
Berita Kampus

SKYFAST Universitas Pertamina Raih Juara Internasional Drone Otonom di Singapura


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 9 Mei 2026
Dibaca: 41 kali
Tim SKYFAST dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina kembali menorehkan prestasi di tingkat global setelah meraih posisi 3rd Runner-Up pada ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2025 kategori High-Speed Drone Flock. Kompetisi teknologi drone internasional tersebut berlangsung di Singapore Expo Hall 2B, Singapura, pada 7–11 April 2026.

Capaian ini mempertegas kompetensi mahasiswa Universitas Pertamina dalam pengembangan drone otonom berbasis Artificial Intelligence (AI), embedded system, dan navigasi presisi tinggi. Dalam kompetisi tersebut, tim SKYFAST bersaing dengan berbagai universitas ternama dunia, seperti National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) dikenal sebagai salah satu kompetisi drone internasional bergengsi yang menantang peserta mengembangkan autonomous aerial systems berkecepatan tinggi dengan tingkat akurasi dan stabilitas tinggi. Pada kategori High-Speed Drone Flock, peserta dituntut menciptakan sistem drone swarm yang mampu bernavigasi secara presisi dalam lintasan sempit dan dinamis secara real-time.

Tim SKYFAST berhasil melaju hingga babak final melalui inovasi sistem navigasi drone otonom yang mengintegrasikan teknologi FAST-LIO dan sensor LiDAR Livox Mid-360 untuk meningkatkan pemetaan lingkungan secara real-time. Selain itu, tim juga menerapkan algoritma IPC dan A-Star guna memastikan kemampuan obstacle avoidance tetap optimal pada lingkungan tidak terstruktur dengan kecepatan tinggi.

Tim SKYFAST terdiri dari delapan mahasiswa dan satu alumni Universitas Pertamina. Muhammad Harish dipercaya sebagai Team Manager bersama anggota tim Arkhen Bassam Ayubi, Nanda Agricioleovi, Raden Riefiant Dwigyantosa, Inggil Giri Wiranata, Demas Zaky Musa, Muzaki Ahmad, Rayzar Raja, Quinadiene Nasywa, serta Joseph Yang dari bidang Artificial Intelligence.

Muhammad Harish menjelaskan bahwa tantangan utama dalam kompetisi ini terletak pada menjaga stabilitas dan akurasi drone saat melakukan navigasi cepat di area dengan berbagai hambatan dinamis.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses riset, pengujian, dan pengembangan sistem drone otonom yang kami lakukan secara intensif. Kami bangga dapat membawa nama Universitas Pertamina bersaing di kompetisi teknologi tingkat internasional,” ujar Harish.

Sementara itu, Nanda Agricioleovi menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut memberikan peningkatan signifikan terhadap kemampuan teknis tim, khususnya pada pengembangan embedded system dan autonomous navigation.

“Kompetisi ini memberikan pengalaman langsung dalam pengembangan sistem drone berbasis AI dan navigasi otonom. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan industri teknologi dan robotics di masa depan,” ujarnya.

Perkembangan teknologi drone otonom saat ini semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri, mulai dari energi, logistik, pemetaan wilayah, hingga sistem monitoring berbasis AI. Karena itu, kompetisi seperti SAFMC menjadi ruang pengembangan inovasi dan riset mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan industri teknologi masa depan yang terus berkembang secara global.

Prestasi SKYFAST sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Pertamina dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi mahasiswa di bidang teknologi strategis. Capaian ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 9 melalui penguatan inovasi, riset teknologi, dan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi masa depan. [MP]
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved