ID / EN
Berita Kampus

Perencanaan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Magister Sains Keberlanjutan UPER Bahas Strategi Kebijakan di Tengah Dinamika Global


Published by: Universitas Pertamina Senin, 13 Juli 2026
Dibaca: 10 kali
Perubahan geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga percepatan transisi menuju energi rendah karbon menjadikan perencanaan dan kebijakan energi sebagai faktor penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus stabilitas ekonomi suatu negara. Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya memahami aspek teknis energi, tetapi juga mampu merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Magister Sains Keberlanjutan (Master of Sustainability) Universitas Pertamina menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Energy Planning and Policy in a Changing World: Connecting Energy Headlines with Economic Fundamentals” pada Kamis 11 Juni 2026. 

Menghadirkan pakar energi Widhyawan Prawiraatmadja, Ph.D., kuliah umum yang diikuti mahasiswa Program Studi Magister Sains Keberlanjutan ini membahas bagaimana perencanaan energi berbasis data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjawab tantangan geopolitik, transisi energi, dan perubahan iklim. 

Dalam pemaparannya, Widhyawan menjelaskan bahwa kebijakan energi saat ini tidak lagi dapat disusun hanya berdasarkan kebutuhan pasokan energi. Perubahan geopolitik, volatilitas harga komoditas, tuntutan dekarbonisasi, hingga perkembangan teknologi energi bersih menuntut setiap negara memiliki strategi yang mampu menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

"Tantangan utama kebijakan energi bukanlah memilih antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, atau keberlanjutan, melainkan bagaimana menyeimbangkan ketiganya melalui perencanaan yang berbasis data dan berorientasi jangka panjang," ujar Widhyawan.

Ia menambahkan bahwa penyusunan kebijakan energi perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi ekonomi, dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mampu menjamin ketersediaan energi, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diajak memahami keterkaitan antara berbagai isu energi global yang berkembang di ruang publik dengan fundamental ekonomi sebagai dasar penyusunan kebijakan. Pembahasan tersebut mendorong mahasiswa untuk melihat tantangan energi secara lebih komprehensif serta memperkuat kemampuan analitis dalam merancang solusi berbasis data yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Sejalan dengan semangat UPER Berdampak, Universitas Pertamina terus menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap isu-isu strategis bangsa melalui kolaborasi dengan praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan. Penguatan kompetensi mahasiswa di bidang kebijakan energi ini turut mendukung implementasi Asta Cita ke-2, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui penguatan ketahanan energi sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan kuliah umum ini turut menjadi kontribusi Universitas Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan tantangan nyata di sektor energi.

Di sisi lain, pembahasan mengenai perencanaan dan kebijakan energi yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika global juga sejalan dengan SDG 13 (Climate Action), dengan membekali mahasiswa kemampuan merumuskan solusi berbasis data untuk mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. [AN]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved