Pajak kerap dipandang sebagai kewajiban administratif yang harus dipenuhi oleh individu maupun perusahaan. Namun, dalam praktiknya, pemahaman perpajakan juga berperan penting dalam menentukan berbagai keputusan bisnis, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Di tengah upaya meningkatkan penerimaan negara, kebutuhan akan literasi perpajakan yang lebih baik menjadi semakin relevan bagi calon profesional dan pelaku usaha.
Untuk memberikan perspektif tersebut, Program Studi Manajemen Universitas Pertamina menghadirkan Founder & Tax Partner Integral Business Solutions Indonesia, Imran Rosyadi, M.M., dalam Kuliah Tamu Perpajakan yang diselenggarakan pada 21 Mei dan 18 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti 85 mahasiswa ini menjadi ruang diskusi mengenai hubungan antara kebijakan perpajakan dan praktik pengelolaan bisnis di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Imran menjelaskan berbagai aspek perpajakan, mulai dari konsep dasar, regulasi, objek dan subjek pajak, hingga kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha. Materi disampaikan melalui studi kasus dan pengalaman profesional sehingga mahasiswa dapat melihat bagaimana aturan perpajakan diterapkan dalam situasi bisnis yang nyata.
Menurut Imran, pemahaman perpajakan merupakan kompetensi yang semakin penting di tengah kompleksitas dunia usaha dan perubahan regulasi yang terus berkembang.
“Pemahaman perpajakan yang baik akan membantu pengambilan keputusan bisnis yang tepat, patuh terhadap regulasi, dan mendukung pembangunan ekonomi nasional. Kita juga harus mampu mengkritisi sebelum bertindak dan mengambil keputusan,” ujarnya.
Melalui berbagai studi kasus yang dibahas, mahasiswa diajak memahami bahwa kebijakan perpajakan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban pembayaran pajak, tetapi juga memengaruhi strategi perusahaan dalam mengelola risiko, menjaga kepatuhan, dan merencanakan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pertamina, Sri Morisonya Mauludianna, SE, GDipER&HRM, MHRM., menilai keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan yang dihadapi dunia kerja secara lebih komprehensif.
“Kolaborasi dengan praktisi industri menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan juga memperlihatkan meningkatnya ketertarikan mahasiswa terhadap isu perpajakan dan implikasinya terhadap aktivitas bisnis. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aturan yang berlaku, tetapi juga memahami bagaimana perpajakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam organisasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai peran perpajakan dalam ekosistem bisnis dan pembangunan ekonomi. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting bagi calon manajer dan profesional untuk mengambil keputusan yang tidak hanya efektif secara bisnis, tetapi juga selaras dengan prinsip kepatuhan dan tata kelola yang baik.
Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami aspek perpajakan yang menjadi bagian penting dari pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. [MP]