ID / EN
Berita Kampus

Mengenal Industri Panas Bumi dari Praktisi, UPER Gelar Geothermal Training Bersama Geoenergis


Published by: Universitas Pertamina Senin, 6 Juli 2026
Dibaca: 11 kali
Di tengah upaya Indonesia mempercepat transisi energi, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami industri panas bumi terus meningkat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 23,7 GW dengan kapasitas terpasang lebih dari 2,7 GW, terbesar kedua di dunia. 

Besarnya potensi tersebut membuka peluang karier yang semakin luas sekaligus menuntut kesiapan talenta yang memahami karakteristik industri energi terbarukan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi (FTEP) Universitas Pertamina bekerja sama dengan Geoenergis menyelenggarakan Geothermal Training bertajuk “Kickstart Your Geothermal Career: Understanding the Geothermal Industry” pada 13 Juni 2026 di Gedung Modular Universitas Pertamina. 

Kegiatan ini diikuti 66 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika, Teknik Geologi, dan Teknik Perminyakan, serta dosen dan perwakilan industri energi.

Pelatihan dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai industri panas bumi, mulai dari proses eksplorasi, pengeboran, pengembangan lapangan, hingga implementasi proyek. Selain aspek teknis, peserta juga mempelajari tantangan pengembangan proyek, kebutuhan kompetensi profesional, serta prospek karier di sektor energi terbarukan.

Materi disampaikan oleh para praktisi Geoenergis yang berpengalaman dalam pengembangan proyek panas bumi. Melalui sesi diskusi interaktif, mahasiswa berdialog langsung dengan para profesional mengenai dinamika pekerjaan di lapangan, budaya kerja, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di industri panas bumi.

Vicky Rai Chandra, Senior Geologist di Geoenergis, menekankan bahwa  pemahaman mengenai industri perlu dibangun sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan agar lulusan mampu beradaptasi dengan perkembangan sektor energi.

“Industri panas bumi membutuhkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu, mulai dari geologi, geofisika, hingga teknik perminyakan. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu memahami proses bisnis dan aspek teknis sejak dini agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Dengan bekal tersebut, lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia,” ujarnya.

Dosen Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Sari Widyanti, M. En, menilai kegiatan semacam ini membantu mahasiswa melihat pengembangan energi panas bumi dari perspektif yang lebih luas, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga aspek sosial, industri, dan peluang karier.

“Kegiatan ini menjadi sebuah pendukung sekaligus pengenalan dari kondisi energi terbarukan khususnya bidang geothermal energy dari segi industri, sosial, dan karier,” jelas Sari.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai rantai pengembangan proyek panas bumi, tetapi juga membangun jejaring dengan praktisi yang berkecimpung langsung di industri. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi calon lulusan untuk menghadapi kebutuhan sektor energi yang terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Inisiatif dari Universitas Pertamina ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, melalui penguatan kapasitas generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan energi panas bumi dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia. [MP]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved