ID / EN
Berita Kampus

Melihat Geofisika di Balik Operasi Pengeboran, Mahasiswa UPER Belajar Langsung di PDSI


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 21 Agustus 2026
Dibaca: 6 kali
Pembelajaran ilmu geofisika tidak berhenti pada pemahaman teori dan analisis data di ruang kelas. Dalam industri hulu minyak dan gas (migas), informasi mengenai kondisi bawah permukaan perlu diintegrasikan dengan berbagai data untuk mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan pengeboran. Pemahaman terhadap keterkaitan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana ilmu geofisika diterapkan dalam praktik industri.

Hal tersebut dipelajari secara langsung oleh 30 mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Pertamina saat mengunjungi PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) pada Kamis–Jumat, 23–24 Juli 2026. Berlangsung di PDSI Integrated Drilling Training Center (IDTC) Kaplongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal teknologi, fasilitas, serta proses pembelajaran yang berkaitan dengan operasi pengeboran migas.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HMTGF) “Orthonorm” tersebut merupakan bagian dari rangkaian Geophysics Day 4.0. Melalui agenda ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di lingkungan industri sekaligus memperluas wawasan mengenai peran ilmu geofisika dalam mendukung kegiatan hulu migas.

Selama kunjungan, mahasiswa mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh Doddy Wibisono selaku Directional Driller PT Pertamina Drilling Service Indonesia. Materi yang diberikan mencakup evaluasi formasi, integrasi data bawah permukaan atau subsurface data integration, serta teknologi reservoir yang berkaitan dengan kegiatan pengeboran.

Materi tersebut memperlihatkan bahwa pemahaman mengenai kondisi bawah permukaan tidak berhenti pada tahap eksplorasi. Berbagai informasi geologi dan geofisika perlu diintegrasikan dengan data lainnya untuk memahami kondisi formasi dan mendukung strategi serta pelaksanaan operasi pengeboran.

Selain mengikuti sesi pemaparan, mahasiswa juga mengunjungi sejumlah fasilitas pelatihan dan laboratorium di IDTC Kaplongan. Eksposur tersebut memberikan gambaran mengenai lingkungan kerja industri sekaligus memperkenalkan teknologi yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengeboran.

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara konsep yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan teknis di lapangan. Pemahaman terhadap data bawah permukaan, misalnya, tidak hanya membutuhkan kemampuan analisis secara akademik, tetapi juga kemampuan memahami konteks operasional dan berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu dalam kegiatan hulu migas.

Doddy Wibisono menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon tenaga profesional di bidang geofisika.

“Dinamika industri migas saat ini menuntut ahli geofisika yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga paham aplikasinya. Kehadiran mahasiswa di fasilitas PDSI ini merupakan langkah krusial untuk menjembatani ilmu eksplorasi dengan realitas eksploitasi di lapangan,” ujar Doddy.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar di industri sebagai bagian dari proses membangun kompetensi profesional. Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri menjadi bekal penting bagi talenta muda di sektor energi.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai penerapan ilmu geofisika dalam industri migas. Pembelajaran yang diperoleh tidak hanya memperkaya pemahaman teknis, tetapi juga membantu mahasiswa mengenali kompetensi yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja, mulai dari kemampuan mengintegrasikan informasi hingga memahami alur kerja lintas disiplin.

Pengalaman pembelajaran langsung ini sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Dengan mempertemukan pembelajaran akademik dan praktik industri, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami tantangan nyata di lapangan sekaligus membangun kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi sektor energi.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan tersebut turut memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Upaya tersebut selaras dengan Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Melalui pengalaman belajar di lingkungan industri, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan sektor strategis nasional.

Melalui kolaborasi dengan PT Pertamina Drilling Service Indonesia, Universitas Pertamina terus menghadirkan pengalaman belajar yang mempertemukan teori akademik dengan praktik industri. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UPER Berdampak dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memahami keilmuan secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menjawab tantangan sektor energi dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. [MP]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved