Isu keberlanjutan tidak selalu membutuhkan aksi besar untuk dimulai. Melalui Langkah Membumi Goes to Campus bertema “Better Living Starts With Us” yang diselenggarakan pada 22 September 2026 di Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina, mahasiswa
Universitas Pertamina (UPER) diajak menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari memilah sampah hingga mengomunikasikan pesan keberlanjutan melalui konten kreatif.
Kegiatan ini menghadirkan edukasi dan aktivitas interaktif yang mendorong mahasiswa melihat isu keberlanjutan dari perspektif yang dekat dengan kehidupan mereka. Pesan tersebut dibahas melalui sesi talk show bersama Astrid Warsito, Coccom Practitioner Blibli.com, Vanggi Anggisani, Brand Activation & Market Development Tavi, serta Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager Waste4Change.
Ketiga narasumber membawa perspektif berbeda mengenai keberlanjutan, mulai dari perubahan kebiasaan individu dan peran komunitas hingga kontribusi dunia usaha dalam mendorong konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Pembahasan kemudian diarahkan pada persoalan yang dekat dengan keseharian mahasiswa, khususnya pengelolaan sampah dan pilihan konsumsi.
Tak berhenti pada diskusi, peserta kemudian menguji pemahamannya melalui Waste Sorting Activity yang difasilitasi Waste4Change. Dalam aktivitas tersebut, mahasiswa diminta memilah sampah simulasi ke dalam kategori yang sesuai dengan mempertimbangkan kecepatan dan ketepatan.
Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama sesi edukasi. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi diperkenalkan melalui praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain praktik pengelolaan sampah, mahasiswa juga diberi ruang untuk mengambil peran sebagai penyampai pesan keberlanjutan melalui Impact Creator Challenge. Tantangan ini mendorong peserta mengemas isu lingkungan menjadi konten kreatif yang relevan dengan keseharian dan berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai penerima informasi, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami, mempraktikkan, dan menyebarkan kembali pesan keberlanjutan di lingkungan sekitarnya.
“Perubahan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana yang kita lakukan setiap hari. Ketika kesadaran tersebut dibangun bersama dan diterjemahkan menjadi aksi nyata, dampaknya dapat berkembang menjadi perubahan yang lebih besar,” ujar Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager Waste4Change.
Melalui Langkah Membumi Goes to Campus, UPER turut mendorong mahasiswa untuk melihat keberlanjutan sebagai bagian dari tindakan sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan semangat UPER Berdampak dalam membangun kesadaran dan aksi nyata di lingkungan sivitas akademika.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-8 yang menekankan pentingnya penyelarasan kehidupan secara harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. Semangat tersebut diterjemahkan melalui ajakan untuk membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, khususnya dalam mengelola sampah dan mempertimbangkan dampak dari pola konsumsi sehari-hari.
Melalui pendekatan edukasi yang dilanjutkan dengan praktik waste sorting dan tantangan kreatif, kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong mahasiswa memahami pengelolaan sampah serta membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Di sisi lain, upaya membangun kesadaran dan perubahan perilaku lingkungan sejak dari aktivitas sehari-hari juga berkontribusi pada SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), terutama melalui penguatan peran individu dan komunitas dalam mengambil tindakan yang lebih berkelanjutan. [MV]