Arus bisnis lintas negara membuat persoalan perpajakan semakin kompleks. Perusahaan tidak hanya dituntut memenuhi ketentuan pajak di dalam negeri, tetapi juga menghadapi transaksi antarperusahaan, perbedaan yurisdiksi, hingga risiko sengketa pajak. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap profesional yang memahami international tax dan transfer pricing semakin penting.
Salah satu talenta muda yang menekuni bidang tersebut adalah Rafi Rachmadi, alumnus Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2018. Setelah lulus cum laude pada Juni 2022, Rafi memulai kariernya di SF Consulting dan kini berkarier di RSM Indonesia pada bidang International Tax & Transfer Pricing.
Namun, perjalanan menuju bidang yang kompleks tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Jauh sebelum memasuki dunia profesional, Rafi telah mengasah kemampuan analitis melalui perkuliahan dan pengalaman sebagai asisten dosen, mengembangkan soft skills melalui organisasi, serta memperluas perspektif lewat konferensi internasional.
Lantas, bekal apa yang perlu dipersiapkan mahasiswa agar mampu berkarier di perusahaan multinasional? Berikut pelajaran dari perjalanan Rafi.
1. Bangun Kompetensi yang Relevan dengan Dunia Kerja
Bagi Rafi, fondasi karier dimulai dari ruang kelas. Semasa kuliah, Rafi tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga dipercaya menjadi asisten dosen untuk sejumlah mata kuliah, seperti Pendahuluan Statistika, Statistika Lanjut, dan Ekonomi Wilayah.
“Pengalaman tersebut mengasah kemampuan Rafi dalam membaca data, berpikir sistematis, dan memahami persoalan secara analitis. Kompetensi itu kemudian menjadi bekal penting ketika saya memasuki dunia konsultasi yang menuntut ketelitian dalam membaca regulasi dan menganalisis persoalan bisnis,” pungkas Rafi.
Pengalaman Rafi menunjukkan bahwa mahasiswa perlu memahami hubungan antara apa yang dipelajari di kelas dan kompetensi yang dibutuhkan industri. Karena itu, pemilihan mata kuliah, keterlibatan dalam proyek akademik, serta kesempatan menjadi asisten dosen dapat menjadi ruang untuk memperdalam keahlian sebelum memasuki dunia kerja.
2. Asah Soft Skills melalui Organisasi
Kemampuan akademik saja tidak cukup. Dunia profesional juga menuntut kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengelola tanggung jawab, dan memimpin. Rafi mengembangkan kemampuan tersebut melalui Himpunan Mahasiswa Ekonomi Universitas Pertamina. Rafi pernah dipercaya sebagai Kepala Divisi Pendidikan pada Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Di organisasi, saya belajar bekerja dengan orang-orang yang memiliki karakter dan cara berpikir berbeda. Pengalaman ini mengasah kepemimpinan dan keterampilan interpersonal yang kini dibutuhkan saat bekerja bersama tim, klien, dan berbagai pemangku kepentingan,” pungkas Rafi.
3. Cari Pengalaman yang Memperluas Perspektif
Karier di perusahaan multinasional menuntut kemampuan melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas. Semasa kuliah, Rafi mengikuti konferensi internasional dan terlibat dalam penelitian mengenai dampak Belt and Road Initiative terhadap perdagangan minyak dan gas Indonesia.
“Pengalaman tersebut memperluas pemahaman saya terhadap dinamika ekonomi global dan hubungan antarnegara. Perspektif ini menjadi bekal penting dalam pekerjaan saya yang kini bersinggungan dengan perpajakan dan yurisdiksi internasional,” ujar Rafi.
Perjalanan Rafi menunjukkan bahwa kesiapan memasuki perusahaan multinasional tidak dibangun setelah lulus. Fondasinya dapat dimulai sejak kuliah melalui kompetensi yang kuat, pengalaman organisasi, dan keberanian mencari paparan yang lebih luas.
Penguatan kompetensi dan kesiapan kerja generasi muda tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 dalam pembangunan sumber daya manusia dan pendidikan, serta mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Bagi kamu yang sedang menyiapkan masa depan, perjalanan karier dapat dimulai dari pilihan yang dibuat hari ini. Pilih lingkungan belajar yang tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membuka ruang untuk berorganisasi, membangun pengalaman, dan memperluas perspektif global. Di Universitas Pertamina, setiap pengalaman selama kuliah dapat menjadi langkah awal menuju karier yang dituju. [IH]