Kemampuan mengemas pesan menjadi konten digital yang kreatif dan berdampak semakin dibutuhkan di era media sosial. Di tengah derasnya arus informasi, konten tidak lagi dinilai hanya dari kualitas visual, tetapi juga dari kemampuannya membangun koneksi dengan audiens melalui narasi yang autentik dan relevan. Kompetensi tersebut berhasil ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina melalui prestasi di ajang kompetisi nasional.
Mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina, Obiert Floryan Duha dan Syafira Sandra Dinata, berhasil meraih Juara 2 pada kategori Reels Competition dalam ajang MICRAFT (Microphone & Communication Art Festival) yang diselenggarakan oleh Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Prestasi tersebut diraih setelah bersaing dengan 74 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
MICRAFT merupakan festival yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta keterampilan menyampaikan pesan melalui media digital. Pada kategori Reels Competition, peserta ditantang menghasilkan video pendek bertema 'The Ace of Voices' yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menghadirkan pesan yang autentik, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui tema tersebut, peserta didorong mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda dengan mengandalkan kekuatan storytelling sebagai sarana membangun keterhubungan dengan audiens. Selain kualitas produksi video, penilaian juga mempertimbangkan orisinalitas ide, kreativitas penyampaian pesan, relevansi isu yang diangkat, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif melalui format video singkat.
Keberhasilan Obiert Floryan Duha dan Syafira Sandra Dinata menunjukkan bahwa kompetensi yang dikembangkan selama perkuliahan di Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina mampu diterapkan dalam kompetisi tingkat nasional. Melalui karya yang mereka hasilkan, keduanya berhasil memadukan kreativitas, strategi komunikasi, dan pemanfaatan media digital untuk menghasilkan konten yang informatif, menarik, sekaligus bermakna.
Obiert Floryan Duha mengungkapkan bahwa proses mengikuti kompetisi menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan menyusun pesan melalui media digital. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan video yang menarik secara visual, tetapi juga memastikan pesan yang disampaikan mampu diterima dan membangun kedekatan dengan audiens.
"Tema ‘The Ace of Voices’ mengingatkan kami bahwa setiap karya memiliki kesempatan untuk menjadi suara yang membawa pengaruh positif. Karena itu, kami berusaha menyusun cerita yang sederhana, tetapi tetap relevan dan mampu membangun kedekatan dengan penonton. Kami bersyukur atas pencapaian ini dan berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya serta mengembangkan kemampuan komunikasi," ujar Obiert.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan media digital. Berbagai pengalaman di luar ruang kelas menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan terhadap kebutuhan industri komunikasi dan kreatif.
Capaian ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri komunikasi. Selain itu, prestasi ini turut mendukung SDGs poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong lahirnya inovasi di bidang komunikasi digital yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. [MD]