ID / EN
Berita Kampus

“Little Heroes Up” Dorong Orang Tua Kenali Gejala Kanker Anak Sejak Dini


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 11 Juni 2026
Dibaca: 25 kali
Kesadaran masyarakat terhadap gejala kanker anak masih menjadi tantangan di Indonesia. Banyak kasus baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang penanganan dan kesembuhan menjadi lebih terbatas. 
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Pertamina bersama Sobat Peduli Kanker Anak untuk Indonesia (SOBIKU) menginisiasi program Little Heroes Up untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya deteksi dini kanker anak.
Melalui program tersebut, tim mahasiswa menggelar edukasi kesehatan di lima posyandu wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kegiatan menyasar orang tua dan wali anak usia 0–15 tahun sebagai kelompok yang berperan penting dalam mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan pada anak.
Little Heroes Up merupakan inisiatif sosial yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kanker anak sekaligus memberikan dukungan bagi upaya pendampingan anak pejuang kanker. Program ini dijalankan melalui kolaborasi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional Universitas Pertamina dalam mata kuliah Proyek Multidisiplin.
Kegiatan edukasi dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif yang melibatkan tenaga medis, tim SOBIKU, dan relawan mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan gejala awal kanker anak, pentingnya pemeriksaan dan diagnosis dini, langkah penanganan awal, hingga upaya yang dapat dilakukan keluarga untuk mendukung kesehatan anak.
Ketua Pelaksana Little Heroes Up, Giusto Nur Rais Al Amin, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai kanker anak.
"Kami ingin mendorong masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang penanganan yang lebih cepat sehingga edukasi di tingkat komunitas menjadi sangat penting," ujarnya.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, Indonesia mencatat sekitar 11.000–12.000 kasus baru kanker anak setiap tahun. Namun, masih banyak kasus yang terlambat terdeteksi karena gejalanya sering dianggap serupa dengan penyakit umum pada anak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan perlu diperkuat hingga tingkat komunitas agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
Dalam pelaksanaannya, Little Heroes Up menggandeng SOBIKU sebagai mitra kolaborasi. Sebagai komunitas yang aktif mendampingi anak penderita kanker dan keluarganya, SOBIKU turut berkontribusi dalam penyusunan materi edukasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan agar informasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Founder SOBIKU, Nur Arning Tengara Kasih, menilai posyandu memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada keluarga.
"Posyandu merupakan salah satu ruang terdekat masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan. Ketika orang tua memahami gejala yang perlu diperhatikan sejak dini, proses deteksi dapat dilakukan lebih cepat sehingga kesempatan anak memperoleh penanganan yang tepat juga semakin besar," jelasnya.
Selain menjadi sarana edukasi kesehatan, program ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelesaian isu sosial melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui interaksi dengan warga dan mitra komunitas, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Little Heroes Up merupakan bagian dari Indonesian Millennials in Sustainability (IMIS), ajang tahunan yang diselenggarakan mahasiswa Universitas Pertamina untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi dan solusi sosial yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina dan SOBIKU berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya mengenali gejala kanker anak sejak dini. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, Good Health and Well-being, melalui penguatan edukasi kesehatan yang inklusif, preventif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. [MP]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved