ID / EN
Berita Kampus

Inovasi Dosen UPER Bedampak, Kembangkan AI "BiCaps-DBP" Percepat Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun


Published by: Universitas Pertamina Senin, 26 Januari 2026
Dibaca: 303 kali
Tantangan kesehatan modern di Indonesia kini menghadapi urgensi baru. Data Kemenkes (2023) mencatat prevalensi autoimun mencapai 2,5 juta penduduk, sementara penyakit kanker terus menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dengan lebih dari 400 ribu kasus baru setiap tahunnya (Kemenkes RI, 2025). Menjawab tantangan ini, Dosen Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), Dr. Meredita Susanty, M.Sc., mengembangkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk BiCaps-DBP.

BiCaps-DBP dikembangkan untuk mengidentifikasi DNA-binding proteins (DBPs)—protein pengikat DNA yang berperan vital dalam meregulasi aktivitas gen. Selama ini, identifikasi protein ini secara manual di laboratorium membutuhkan waktu hingga belasan tahun dengan biaya yang sangat besar.

“BiCaps-DBP hadir sebagai teknologi penyaring yang membantu peneliti memetakan kandidat protein pengikat DNA yang paling potensial. Dengan menyempitkan daftar target riset, teknologi ini membantu peneliti menghemat waktu dan sumber daya secara signifikan,” jelas Dr. Meredita.

Dalam pengembangannya, inovasi ini terbukti mampu meningkatkan akurasi prediksi hingga 5,79% dibandingkan metode sebelumnya. Capaian ini sekaligus mempertegas peran UPER dalam menghadirkan inovasi riset yang berdampak luas. Riset ini telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi, Computers in Biology and Medicine (Elsevier), serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara ilmuwan komputer, ahli biologi, dan pakar medis.

Langkah inovatif ini sejalan dengan Asta Cita poin ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi. Melalui pengembangan teknologi AI di bidang biomedis, UPER berkontribusi nyata dalam memperkuat penguasaan sains dan teknologi untuk memajukan sektor kesehatan nasional.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menegaskan bahwa inovasi ini merupakan implementasi dari orientasi pendidikan di UPER. 

“Pembelajaran di Program Studi Ilmu Komputer kami arahkan agar tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan AI dalam riset kesehatan adalah contoh bagaimana pendidikan tinggi berkontribusi pada pencapaian SDGs 3 (Good Health and Well-being) melalui solusi berbasis sains dan teknologi,” ujar Prof. Wawan.

Meskipun model komputasi ini tidak menggantikan peran laboratorium secara penuh, BiCaps-DBP berpotensi menjadi fondasi penting bagi pengembangan biofarmasi dan terapi presisi di masa depan. Melalui sinergi antara teknologi digital dan riset kesehatan, Universitas Pertamina terus membuktikan perannya dalam melahirkan inovasi yang relevan, berdampak, dan mampu menjawab tantangan bangsa di masa depan.

Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved