Dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta menghadapi tantangan keberlanjutan yang tidak sederhana. Kepadatan penduduk, emisi karbon, keterbatasan ruang hijau, hingga ancaman perubahan iklim membuat persoalan lingkungan dan sosial hadir berkelindan dalam kehidupan perkotaan.
Di tengah kompleksitas tersebut, Jakarta juga menjadi ruang belajar yang kaya untuk memahami bagaimana persoalan keberlanjutan muncul dan solusi dibangun dalam konteks nyata. Potensi inilah yang mendorong Universitas Pertamina (UPER) menyelenggarakan UPER Sustainability Summer Bootcamp 2026 pada 12–20 Juli 2026.
Mengusung tema “Experience Sustainability in Local Context of Indonesia”, program selama sembilan hari ini menjadikan Jakarta sebagai living laboratory. Peserta tidak hanya mempelajari konsep keberlanjutan di dalam kelas, tetapi juga mengamati persoalan perkotaan, menganalisis studi kasus, memahami jejak karbon, terlibat dalam aksi lingkungan, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Program berfokus pada dua aspek utama, yakni environmental sustainability serta social and community engagement. Melalui eksplorasi keberlanjutan perkotaan, peserta diajak memahami bahwa persoalan lingkungan tidak berdiri sendiri. Emisi karbon berkaitan dengan pola mobilitas dan konsumsi, tekanan terhadap lingkungan dipengaruhi oleh pembangunan kota, sementara keberhasilan solusi juga bergantung pada keterlibatan masyarakat.
Dari Jejak Karbon hingga Aksi Mangrove
Salah satu isu yang dipelajari peserta adalah jejak karbon. Peserta diajak memahami bagaimana aktivitas sehari-hari, penggunaan energi, pola konsumsi, dan mobilitas berkontribusi terhadap emisi. Pemahaman tersebut kemudian diterjemahkan melalui carbon action, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi mendorong tindakan nyata.
Rangkaian program juga mencakup penanaman mangrove sebagai sarana untuk mempelajari peran ekosistem dalam menjaga lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan community engagement, peserta juga akan berinteraksi dengan masyarakat untuk memahami bahwa solusi keberlanjutan memerlukan lebih dari sekadar teknologi.
Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena inovasi dan kebijakan lingkungan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa partisipasi publik. Karena itu, peserta didorong untuk melihat masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor yang memiliki pengalaman, pengetahuan lokal, dan peran dalam membangun solusi.
Dorong Pendidikan yang Berdampak
Penyelenggaraan UPER Sustainability Summer Bootcamp 2026 menjadi bagian dari upaya Universitas Pertamina menghadirkan pendidikan yang relevan dengan persoalan nyata. Melalui pendekatan experiential learning, peserta belajar dari lingkungan, masyarakat, dan dinamika perkotaan secara langsung.
Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 dalam penguatan sumber daya manusia, pendidikan, sains, dan teknologi. Kegiatan ini juga mendukung Asta Cita ke-8 melalui upaya memperkuat keselarasan hidup dengan lingkungan dan alam.
Pada tingkat global, program berkontribusi terhadap SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui program ini, Universitas Pertamina mendorong agar pembelajaran keberlanjutan tidak berhenti di ruang kelas. Jakarta menjadi ruang belajar tempat peserta memahami persoalan, membaca konteks lokal, dan mengalami secara langsung bagaimana solusi keberlanjutan dibangun melalui pengetahuan, aksi, dan kolaborasi. [IH]