ID / EN
Berita Kampus

Dari Keamanan Laut hingga Ekonomi Biru Universitas Pertamina Bahas Masa Depan Maritim Indonesia Bersama Bakamla RI


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 2 Juni 2026
Dibaca: 23 kali
Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan global, dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik, serta tuntutan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, laut menjadi salah satu aset strategis yang menentukan masa depan Indonesia. 

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah perairan seluas sekitar 6,4 juta kilometer persegi dan berada di jalur pelayaran yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi ini menjadikan laut Indonesia tidak hanya penting bagi konektivitas nasional, tetapi juga bagi perdagangan, ketahanan ekonomi, dan stabilitas kawasan.

Besarnya peran tersebut turut didukung oleh potensi ekonomi maritim Indonesia yang sangat besar. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mencatat Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan mencapai sekitar USD 1,33 triliun. 

Potensi ini menunjukkan bahwa laut tidak hanya berperan sebagai ruang konektivitas dan perdagangan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat mendukung ketahanan pangan, energi, serta kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Namun, peluang tersebut juga diiringi berbagai tantangan, mulai dari keamanan wilayah perairan, aktivitas ilegal di laut, hingga perlindungan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang memahami isu maritim secara komprehensif dan mampu berkontribusi dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang pembangunan maritim Indonesia, Universitas Pertamina menyelenggarakan Kuliah Umum Cipta Karsa bertajuk “Laut Tangguh, Masa Depan Berkelanjutan” pada 19 Mei 2026 di Auditorium MyPertamina Universitas Pertamina. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 mahasiswa dari berbagai program studi rumpun sains dan teknologi.

Kuliah umum menghadirkan Laksda Bakamla Dr. Samuel Kowaas, M.Sc., CSBA., Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), sebagai narasumber utama. Turut hadir sebagai pembicara pendamping Dr. Eng. Ibnu S. Joyosemito, S.T., M.Eng., Asr., CRM, SCGC, dosen Magister Sains Keberlanjutan Universitas Pertamina.

Dalam pemaparannya, Samuel Kowaas menjelaskan bahwa laut Indonesia memiliki peran yang semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan internasional dan kompleksitas dinamika kawasan. Menurutnya, keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan pengelolaan ruang laut harus berjalan secara seimbang agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dimiliki laut Indonesia dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.

“Laut Indonesia memiliki peran strategis tidak hanya sebagai jalur perdagangan dunia, tetapi juga sebagai sumber daya yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi generasi mendatang,” ujarnya.

Samuel juga menekankan bahwa pembangunan maritim membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, industri, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat tata kelola ruang laut, menjaga keamanan wilayah perairan, serta memastikan pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Eng. Ibnu S. Joyosemito menyoroti pentingnya pendekatan keberlanjutan dalam pembangunan maritim. Menurutnya, pengelolaan laut tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan untuk jangka panjang.

Diskusi dalam kuliah umum turut membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian sektor maritim saat ini, mulai dari perlindungan ekosistem laut, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, hingga peluang pengembangan ekonomi biru yang dapat mendukung pertumbuhan nasional. Melalui forum ini, mahasiswa diajak memahami keterkaitan isu maritim dengan berbagai sektor lain, termasuk energi, lingkungan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kehadiran praktisi dan akademisi dalam satu forum memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang pembangunan maritim Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya sinergi antara aspek keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan ekonomi dalam mewujudkan masa depan maritim Indonesia yang tangguh.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang energi, teknologi, dan keberlanjutan, Universitas Pertamina terus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu merespons berbagai tantangan strategis bangsa. Penguatan literasi maritim menjadi salah satu langkah penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami potensi laut Indonesia, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengelolaannya secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya SDG 14 Life Below Water melalui peningkatan kesadaran terhadap perlindungan dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan maritim Indonesia. [MV]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved