Menjadi mahasiswa sekaligus atlet nasional menuntut disiplin, konsistensi, dan kemampuan manajemen waktu yang baik. Tantangan tersebut dijalani oleh Sania Talita Wahyudi, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina angkatan 2023 yang aktif membela Indonesia sebagai atlet golf nasional di berbagai kompetisi.
Di tengah padatnya aktivitas akademik dan latihan, perjalanan Sania di dunia golf bermula sejak usia 10 tahun pada 2015. Awalnya, olahraga golf terasa membosankan karena ia bergabung dengan akademi atas dorongan keluarga. Namun, lingkungan latihan yang suportif serta kesempatan bertemu banyak teman baru perlahan menumbuhkan kecintaannya terhadap olahraga tersebut.
Konsistensi latihan dan pengalaman mengikuti berbagai turnamen nasional maupun internasional membawa Sania masuk dalam jajaran pegolf amatir terbaik Indonesia. Peringkat World Amateur Golf Ranking yang menembus lima besar nasional mengantarkannya bergabung dengan Tim Nasional Golf Indonesia dan meraih sejumlah prestasi bergengsi.
Beberapa pencapaian tersebut antara lain Juara 1 Ladies Indonesia Omega Trophy 2025, Juara 1 JGC Junior and Amateur International Golf Championship 2024, serta Juara 1 Pekan Olahraga Nasional kategori Ladies Team.
Di balik berbagai prestasi tersebut, Sania juga menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Jadwal latihan yang padat, agenda turnamen di berbagai daerah maupun luar negeri, serta tanggung jawab akademik yang harus tetap diselesaikan membuatnya dituntut mampu mengelola waktu secara disiplin. Tidak jarang ia harus menyesuaikan jadwal perkuliahan dengan agenda pertandingan yang berlangsung berhari-hari.
Meski demikian, Sania membuktikan bahwa pendidikan dan karier olahraga dapat berjalan beriringan. Menurutnya, terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara keduanya.
Strategi Sania Menyeimbangkan Akademik dan Latihan
Menentukan Prioritas dan Target Jangka Panjang
Menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet nasional membuat Sania memahami pentingnya menentukan prioritas sejak awal. Menurutnya, jadwal kuliah, latihan, organisasi, hingga turnamen harus disusun berdasarkan target jangka panjang agar setiap aktivitas tetap berjalan seimbang dan terarah.
Sebagai mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Pertamina sekaligus atlet golf nasional Indonesia, Sania memilih fokus pada kegiatan yang memberikan dampak besar bagi pengembangan diri dan kariernya.
“Menentukan prioritas membuat saya lebih fokus membagi waktu dan tidak mudah terdistraksi dari target akademik maupun karier sebagai atlet,” ujarnya.
Mengerjakan Tugas Lebih Awal dan Tidak Menunda
Jadwal turnamen nasional dan internasional yang kerap berubah membuat Sania harus memiliki manajemen waktu yang disiplin. Seluruh tugas kuliah dikerjakan lebih awal untuk menghindari penumpukan pekerjaan ketika intensitas latihan dan agenda pertandingan meningkat.
Kebiasaan tersebut membantunya tetap fokus saat bertanding tanpa terbebani tenggat akademik. Dengan menyelesaikan tugas lebih awal, ia dapat mengantisipasi perubahan jadwal yang sering terjadi dalam dunia olahraga kompetitif.
“Saya memanfaatkan setiap waktu luang untuk menyelesaikan tugas agar tetap fokus menghadapi turnamen dan tidak terbebani tenggat akademik,” ujar Sania.
Menyusun Jadwal Harian Secara Disiplin
Untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga, Sania menerapkan manajemen waktu yang disiplin melalui penyusunan jadwal harian secara teratur. Seluruh aktivitas, mulai dari perkuliahan, latihan golf, gym, terapi, hingga kegiatan organisasi dicatat menggunakan aplikasi pengatur jadwal agar setiap agenda berjalan efektif.
Rutinitas yang terstruktur membantunya menjaga konsistensi performa, baik di lapangan maupun di ruang kelas. Disiplin terhadap waktu menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kesehariannya.
“Bagi saya, kedisiplinan berarti menyelesaikan tanggung jawab tanpa menunda pekerjaan. Konsistensi itu penting karena setiap keputusan kecil dalam mengatur waktu akan berpengaruh pada hasil yang dicapai,” ungkapnya.
Menjaga Komunikasi dan Keseimbangan Akademik
Padatnya jadwal turnamen internasional kerap membuat perkuliahan harus disesuaikan. Karena itu, Sania menjaga komunikasi aktif dengan dosen agar seluruh tanggung jawab akademik tetap berjalan.
Ia menilai dosen-dosen Universitas Pertamina cukup suportif selama mahasiswa tetap menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan tugas dan mengikuti proses pembelajaran. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas akademik dan olahraga tidak saling mengganggu.
Selain menjaga akademik, Sania juga memperhatikan kondisi fisik agar tetap prima menjalani latihan dan kompetisi. Pola tidur, intensitas latihan, serta waktu istirahat diatur secara konsisten untuk menjaga performa.
“Komunikasi yang jelas dan kemampuan menentukan prioritas jadi kunci utama agar semua tanggung jawab tetap berjalan tanpa saling bertabrakan,” ujarnya.
Kisah Sania menunjukkan bahwa menyeimbangkan pendidikan dan karier olahraga bukan hal yang mustahil. Melalui kemampuan menentukan prioritas, menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, menyusun jadwal secara disiplin, serta menjaga komunikasi yang baik, mahasiswa dapat tetap berprestasi di berbagai bidang tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui pendidikan dan olahraga, generasi muda dapat mengembangkan potensi diri secara optimal sekaligus membangun karakter disiplin, tangguh, dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan masa depan. [MP]