ID / EN
Berita Kampus

Perkuat Kapasitas Dekarbonisasi Transportasi, Universitas Pertamina Gandeng Akademisi dan Industri


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 16 September 2026
Dibaca: 3 kali
Sektor transportasi menjadi salah satu sektor strategis dalam upaya dekarbonisasi nasional. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa sektor transportasi menghasilkan sekitar 157 juta ton CO₂ pada 2024, dengan sekitar 137 juta ton atau 87 persen diantaranya berasal dari transportasi darat.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transportasi berkelanjutan, Universitas Pertamina melalui Sustainability Center menyelenggarakan Executive Teaching Program on Transport Decarbonization for Academic Institutions and Relevant Stakeholders pada Selasa, 1 September 2026, di Auditorium Universitas Pertamina.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina serta para pemangku kepentingan di sektor transportasi. Peserta berasal dari berbagai institusi, antara lain MRT Jakarta, TransJakarta, DAMRI, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, PT KCIC, PT KAI, Garuda Indonesia, PT PLN (Persero), Angkasa Pura Indonesia, Pelindo, Pertamina Patra Niaga, ASDP, dan PT Jakarta Propertindo.

Kegiatan dibuka oleh Meinarti Fauzie, Assistant Deputy, Coordinating Ministry for Infrastructure and Regional Development, bersama Ir. Gede Widia Adhyaksa Pratama, Ph.D., Manajer Sustainability Center Universitas Pertamina. Dalam sambutannya, Meinarti menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.
“Dekarbonisasi transportasi membutuhkan sinergi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan dapat diterapkan secara terpadu, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung percepatan transformasi sistem transportasi yang lebih rendah emisi,” ujar Meinarti.

Sesi pembelajaran menghadirkan Prof. Oliver Lah, Professor at the Swedish School of Planning, Blekinge Institute of Technology, sekaligus Director at Urban Living Lab Center. Dalam paparannya, Prof. Oliver membahas implementasi pendekatan Avoid-Shift-Improve, insentif fiskal dan nonfiskal, serta pemetaan kebijakan dan kelembagaan untuk mendukung dekarbonisasi sektor transportasi.

“Upaya dekarbonisasi transportasi akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan melalui paket kebijakan yang terintegrasi. Pendekatan ini perlu melibatkan berbagai aspek kebijakan dan pemangku kepentingan agar langkah pengurangan emisi dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan,” jelas Prof. Oliver Lah.

Selain itu, Heinrich Wyes, Lecturer at Kazakh-German University, menyampaikan materi secara daring mengenai Global Decarbonization Calculation Standards, Carbon Financing Mechanisms, dan Carbon Pricing Instruments. Materi tersebut memperluas pemahaman peserta mengenai standar penghitungan emisi, mekanisme pembiayaan karbon, serta instrumen harga karbon yang dapat mendukung pengembangan transportasi rendah emisi di Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya melalui penguatan kapasitas dan pemahaman mengenai dekarbonisasi transportasi serta strategi pengurangan emisi. Upaya tersebut juga mendukung Asta Cita dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang berkelanjutan.

Melalui semangat UPER Berdampak, Universitas Pertamina terus menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan industri dalam menjawab tantangan transportasi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran Universitas Pertamina dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi yang relevan bagi pembangunan rendah karbon di Indonesia. [MP]

Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved