Laboratorium Universitas Pertamina dipenuhi antusiasme puluhan siswa SMA saat mengikuti berbagai eksperimen kimia interaktif dalam kegiatan University Social Responsibility (USR) Module: Chemistry in Action pada 6 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Pertamina bersama Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia, ini mengajak peserta mengenal sains melalui pengalaman praktik langsung di laboratorium.
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian Inbound Mobility Program: Short-Term between Universitas Pertamina and Universiti Teknologi Petronas (UTP). Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan delegasi UTP turut terlibat dalam program yang mempertemukan kolaborasi internasional dengan penguatan literasi sains bagi pelajar Indonesia.
Dalam sesi Chemistry in Action, siswa mengikuti berbagai eksperimen kimia terapan yang dikemas melalui pendekatan hands-on learning. Beragam percobaan yang dilakukan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati secara langsung reaksi dan fenomena yang selama ini hanya mereka pelajari melalui buku dan pembelajaran di kelas.
Melalui aktivitas laboratorium tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep-konsep dasar kimia, tetapi juga diajak memahami bagaimana ilmu pengetahuan digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pembelajaran yang interaktif mendorong siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap bidang sains.
Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara siswa SMA dengan sivitas akademika Universitas Pertamina serta peserta program mobilitas dari UTP. Pertukaran pengalaman dan perspektif yang terjadi selama kegiatan memberikan gambaran mengenai pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam lingkungan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Setelah sesi eksperimen berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan Double Degree Program Briefing yang menghadirkan delegasi Universiti Teknologi Petronas bersama tim Rekrutmen dan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pertamina.
Dalam sesi tersebut, siswa memperoleh informasi mengenai program gelar ganda (2+2 Double Degree Program), termasuk jalur akademik yang dapat ditempuh, pengalaman belajar di dua negara, serta peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan studi.
Perwakilan penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan akses terhadap peluang pendidikan internasional.
“Melalui pembelajaran berbasis eksperimen dan interaksi internasional, peserta tidak hanya memahami konsep sains secara lebih mendalam, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai berbagai peluang pengembangan diri yang dapat ditempuh di masa depan,” ungkapnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di laboratorium, tetapi juga mengenal berbagai pilihan pendidikan tinggi yang dapat mendukung pengembangan akademik mereka di masa mendatang.
Kolaborasi antara Universitas Pertamina dan Universiti Teknologi Petronas dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengenalan sains dapat berjalan beriringan dengan upaya membuka akses informasi mengenai pendidikan global.
Bagi siswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi berlangsung sekaligus memahami berbagai jalur yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan menengah.