Berita Kampus
Potensi Cuaca Ekstrem, Universitas Pertamina Edukasi Masyarakat di Daerah Rawan Longsor

Published by: Universitas Pertamina 28/09/2021
Jakarta, 17 September 2021 - Mulai awal September 2021, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosifika (BMKG) memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di 27 provinsi Indonesia. Cuaca ekstrem tersebut, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. BMKG menyebutkan, terdapat empat provinsi yang berada di level siaga, yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hingga akhir Agustus 2021 ada 1.805 kejadian bencana di Indonesia, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persennya merupakan bencana tanah longsor. Tak hanya kerugian materi seperti rusaknya rumah penduduk dan fasilitas umum, bencana juga menelan banyak korban jiwa. Kurangnya kewaspadaan masyarakat akan potensi bencana, masih menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya upaya pencegahan.

Melihat pentingnya edukasi kepada masyarakat di daerah rawan longsor, Tim Dosen Univesitas Pertamina melakukan sosialiasi mitigasi bencana longsor kepada masyarakat di Desa Ciasmara, Kabupaten Bogor. “Desa Ciasmara terletak di lereng yang cukup terjal. Selainitu, struktur tanahnya terdiri dari material hasil pelapukan produk vulkanik. Jika dipicu curah hujan tinggi, daerah tersebut menjadi sangat rentan terhadap longsor,” ungkap ketua tim, sekaligus Dosen Teknik Geologi Universitas Pertamina, Misbahudin, M.T.

Sebelum memberikan sosialisasi, Misbah dan tim telah melakukan pemetaan digital melalui Sistem Informasi Geografi terhadap kerentanan longsor di Desa Ciasmara. “Kami memberikan analisis studio berupa pemetaan digital kerentanan longsoran. Dalam metode ini, dipilih beberapa peta tematik seperti peta geologi, kemiringan lereng, curah hujan, aspek lereng, dan tata guna lahan untuk dianalisis. Hasilnya diperoleh nilai kerentanan longsoran di wilayah tersebut,” pungkas Misbah.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, tim juga turut melibatkan peran dari perangkat desa. Dalam kegiatan diskusi interaktif antara tim, perangkat desa, dan warga, diperoleh rencana pengembangan kegiatan berupa kegiatan preventif penanggulangan bencana dan renacana kajian potensi bencana jenis lain seperti gempa bumi.

Dalam melakukan riset dan sosialisasi, Tim turut serta melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina. Dimas Wijaya, salah satunya, menuturkan keterlibatannya dalam proyek pengabdian kepada masyarakat ini membantunya untuk memahami permasalahan riil yang ia dapatkan selama perkuliahan. “Melalui pembelajaran di kelas, praktikum di laboratorium, dan keterlibatan dalam proyek penelitian semacam ini, saya jadi merasa lebih siap untuk bersaing di bursa kerja.,” lanjut Dimas.
© 2021 Universitas Pertamina.
All Rights Reserved