Program RAISE UP feat. Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pertamina yang diadakan pada 23 Januari 2026 kembali menghadirkan inovasi berdampak melalui implementasi teknologi tepat guna. Komitmen terhadap transisi energi dan pemberdayaan masyarakat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara kampus dan mitra lokal, dengan mengarahkan inovasi yang lahir dari ruang kelas dan laboratorium untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Kali ini, kontribusi hadir dari mahasiswa Universitas Pertamina yang mengembangkan dan mengaplikasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan Sistem Monitoring dan Proteksi Real-Time berbasis Internet of Things (IoT) di Pagi Farm, Bogor—sebuah solusi yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang diketuai oleh Agatha Fundrake. S, dengan anggota Nanda Agricioleovi, Faiz Rizki Athallah, Farhan Ramadhan, dan Dzaki Galang Alwansyah, di bawah bimbingan Dr. Eng. Wahyu Kunto Wibowo, S.T., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata integrasi pembelajaran akademik, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang komprehensif.
Tahapan kegiatan diawali dengan studi potensi aliran air serta analisis kebutuhan energi di sejumlah lokasi. Proses ini mencakup survei teknis, pengukuran debit air, analisis beban listrik, hingga evaluasi aspek keberlanjutan. Setelah melalui kajian tersebut, tim menetapkan Pagi Farm sebagai lokasi implementasi karena memiliki potensi sumber daya air yang memadai serta kebutuhan listrik yang stabil untuk mendukung operasional sistem hidroponik.
Pemilihan lokasi juga mempertimbangkan peran Pagi Farm sebagai pusat edukasi pertanian yang aktif melibatkan masyarakat sekitar. Dengan demikian, implementasi PLTMH tidak hanya menjawab kebutuhan energi internal, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pembelajaran energi terbarukan bagi komunitas setempat.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim merancang sistem PLTMH yang disesuaikan dengan kapasitas lokasi. Sistem ini dilengkapi modul monitoring dan proteksi real-time berbasis IoT yang memungkinkan pemantauan parameter kelistrikan seperti tegangan, arus, dan daya secara langsung melalui perangkat digital.
Selain itu, sistem proteksi otomatis dirancang untuk merespons gangguan seperti beban berlebih atau ketidakstabilan tegangan, sehingga pembangkit dapat beroperasi lebih stabil, aman, dan efisien.
Integrasi teknologi IoT dalam sistem mikrohidro ini menjadi nilai tambah penting. Tidak hanya meningkatkan keandalan operasional, sistem tersebut juga memudahkan proses evaluasi performa pembangkit secara berkala. Dengan data yang terekam secara real-time, pengelola dapat melakukan perawatan preventif dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga umur pakai sistem menjadi lebih panjang dan biaya operasional dapat ditekan.
Salah satu anggota tim, Nanda Agricioleovi, menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru mengenai peran teknologi di tengah masyarakat. “Melalui program RAISE UP ini, kami belajar bahwa teknologi tidak hanya soal perancangan alat, tetapi juga bagaimana solusi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pagi Farm dirancang sebagai pilot project dengan fokus pada satu mitra agar proses monitoring, evaluasi, serta pendampingan teknis dapat berjalan optimal. Model ini diharapkan menjadi prototipe yang dapat direplikasi di lokasi lain dengan karakteristik serupa, baik di sektor pertanian maupun komunitas pedesaan yang memiliki potensi energi air skala kecil.
Melalui inisiatif ini, Universitas Pertamina memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penerapan solusi nyata bagi masyarakat.
Implementasi PLTMH berbasis IoT ini secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, melalui penyediaan energi terbarukan yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi mitra.
Upaya ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses energi ramah lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk keberlanjutan jangka panjang. [MV]