Universitas Pertamina menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan "Bimbingan Teknis Penguatan Pelaporan Data Kemahasiswaan melalui SIMKATMAWA Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Rabu (8/4).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 80-90 peserta dari perwakilan perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah III sebagai upaya memperkuat kualitas pelaporan data kemahasiswaan dan mendukung pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.
Acara dibuka dengan sambutan tuan rumah oleh Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Irjen. Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim. (HC), dilanjutkan arahan dari Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, S.Ak., M.Ak.
Pada sesi materi utama, Alamul Huda dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan memaparkan kebijakan kemahasiswaan serta urgensi pelaporan SIMKATMAWA dalam mendukung pencapaian IKU 2 dan IKU 3.
Selanjutnya, Dr. Ruddy J. Suhatril, S.Kom., M.Sc., M.I.Kom., selaku Tim Pakar dan Reviewer SIMKATMAWA, memberikan penjelasan mengenai sistem SIMKATMAWA beserta mekanisme pelaporan yang disertai simulasi praktik input data.
Pada sesi Berbagi Praktik Baik, Universitas Pertamina diwakili oleh Muhammad Husni Mubarak Lubis, S.T., M.S., Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, yang membagikan pengalaman institusinya dalam membangun pola pembinaan kemahasiswaan hingga berhasil meraih predikat Unggul SIMKATMAWA 2025.
Capaian tersebut menempatkan Universitas Pertamina sebagai salah satu dari hanya dua perguruan tinggi yang memperoleh predikat unggul pada tahun tersebut. Dalam paparannya, Husni menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sistem tata kelola kemahasiswaan yang terintegrasi dan kolaboratif.
“Direktorat kemahasiswaan memegang peran strategis sebagai salah satu ujung tombak perguruan tinggi karena mendampingi perjalanan mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari tahap calon mahasiswa, masa studi, hingga menjadi alumni. Karena itu, diperlukan alur kerja yang jelas serta kolaborasi lintas direktorat dan fungsi agar seluruh proses dapat berjalan selaras dalam mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Menurut Husni, keberhasilan dalam meraih predikat unggul tidak hanya bergantung pada kelengkapan administrasi pelaporan, tetapi juga pada kemampuan perguruan tinggi membangun sinergi antarunit secara konsisten.
Koordinasi yang erat antara fungsi admisi, akademik, kemahasiswaan, hingga alumni menjadi kunci agar data mahasiswa terdokumentasi secara akurat, berkelanjutan, dan mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Melalui forum ini, Universitas Pertamina tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga mendorong perguruan tinggi lain untuk memperkuat sistem pelaporan kemahasiswaan yang lebih tertata dan berdampak. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas melalui tata kelola data yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan. [MD]