ID / EN
Berita Kampus

Ungguli Puluhan Tim, Mahasiswa UPER Menangkan Kompetisi Internasional Fluida Pengeboran


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 21 Mei 2026
Dibaca: 17 kali
Mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina yang tergabung dalam Tim MudTAN berhasil meraih gelar Champion dalam International Mud Design Competition pada ajang Oil and Gas Intellectual Parade (OGIP) 2026 di Yogyakarta, 2 Mei 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi fluida pengeboran ramah lingkungan yang dirancang untuk menjaga performa pengeboran sekaligus mengurangi dampak terhadap reservoir dan lingkungan.

Kompetisi internasional tersebut diikuti 129 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dari 44 tim finalis, tujuh di antaranya berasal dari Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, UPN Veteran Jakarta, dan Universitas Pertamina.

Tim MudTAN mengangkat inovasi bertema “Green Fluids, Strong Performance for OGIP #2 Well: Enhancing Drilling Performance, Minimize Formation Damage While Ensuring Environmental Compliance Through Eco-Friendly Fluids”

Melalui inovasi tersebut, mereka mengembangkan sistem fluida pengeboran berbasis biodegradable atau mudah terurai secara alami untuk membantu menjaga kestabilan sumur selama proses drillingDalam industri migas, fluida pengeboran memiliki peran penting untuk menjaga tekanan sumur, membawa serpihan batuan ke permukaan, serta memastikan proses pengeboran berjalan aman dan efisien. 

Namun, penggunaan fluida konvensional juga kerap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kerusakan formasi reservoir maupun dampak lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut mendorong Tim MudTAN menghadirkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi performa teknis di lapangan.

Kompetisi berlangsung melalui tahap preliminary pada 24 Januari hingga 23 Februari 2026, pengumuman finalis pada 5 April 2026, dan babak final pada 2 hingga 3 Mei 2026. Pada tahap final, peserta dihadapkan pada tantangan desain fluida pengeboran di sumur dengan kondisi kompleks, mulai dari tekanan bawah permukaan yang sempit, kandungan gas H2S tinggi, hingga karakteristik batuan yang sulit ditangani.

Berangkat dari kondisi sumur yang kompleks itu, Tim MudTAN mengembangkan High Performance Water Based Mud yang dikombinasikan dengan Reservoir Drill In Fluid Formate System untuk membantu menjaga stabilitas sumur dan meminimalkan risiko kerusakan lapisan reservoir selama proses pengeboran.

Tim yang terdiri dari Muhammad Afyan Husnan Al Za’far, Muhamad Hanif Khaerul Anam, dan Rendi Priyanto mengaku proses pengembangan inovasi tersebut membutuhkan banyak penyesuaian agar mampu menyeimbangkan aspek teknis dan keberlanjutan lingkungan sekaligus.

Afyan menjelaskan bahwa timnya tidak hanya berfokus pada performa fluida pengeboran, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang yang lebih baik bagi operasional industri energi.

“Sistem ini kami rancang untuk menjaga kestabilan formasi selama proses pengeboran, mengurangi potensi formation damage, serta mempertahankan kualitas reservoir. Selain itu, pendekatan ini membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan secara lebih terukur,” ujar Afyan.

Bagi Tim MudTAN, kompetisi tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan solusi energi yang lebih relevan dengan tantangan industri migas masa depan yang kini semakin menekankan aspek efisiensi dan environmental compliance.

“Kompetisi ini membuat kami belajar bahwa inovasi di sektor energi tidak hanya soal performa teknologi, tetapi juga bagaimana solusi yang dikembangkan bisa lebih aman dan berkelanjutan. Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan bagi industri di masa depan,” jelas Rendi.

Melalui capaian ini, Tim MudTAN menunjukkan peran mahasiswa Universitas Pertamina dalam menghadirkan inovasi teknologi energi yang tidak hanya berorientasi pada performa operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. 

Pengembangan fluida pengeboran berbasis eco-friendly tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung praktik industri migas yang lebih efisien, aman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. [MP]
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved