Pertumbuhan industri logistik dan supply chain terus meningkat seiring perkembangan e-commerce di Indonesia. Nilai Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia tercatat terus naik dari USD48 miliar pada 2021 menjadi USD58 miliar pada 2022 dan mencapai USD62 miliar pada 2023 (BI Institute, 2025).
Pertumbuhan tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi, distribusi, dan manajemen rantai pasok modern. Namun, literasi mengenai dunia logistik masih belum banyak dikenalkan kepada siswa tingkat sekolah menengah, padahal sektor ini menjadi salah satu penopang utama aktivitas perdagangan dan distribusi modern.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina menghadirkan edukasi interaktif bagi sekitar 150 siswa kelas 11 SMA Barunawati Jakarta Selatan pada 6 April 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian ARNAFEST 2026 ini berlangsung di lima ruang kelas sekaligus dan difokuskan pada pengenalan dunia logistik, peluang pendidikan tinggi, serta prospek karier industri masa depan.
Tidak hanya memperkenalkan Universitas Pertamina dan Program Studi Teknik Logistik, mahasiswa juga mengajak siswa memahami bagaimana sistem distribusi bekerja dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengiriman barang, manajemen gudang, hingga rantai pasok global yang menopang aktivitas e-commerce dan industri modern.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung melalui presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab interaktif. Antusiasme siswa terlihat saat pembahasan mengenai peluang kerja, perkembangan industri logistik global, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Banyak siswa baru mengetahui bahwa logistik tidak hanya berkaitan dengan pengiriman barang, tetapi juga erat dengan teknologi, manajemen operasional, hingga strategi bisnis global.
Mahasiswa juga memperkenalkan Webinar ARNAFEST 2026 sebagai ruang pembelajaran tambahan yang menghadirkan insight industri logistik dan supply chain. Webinar tersebut diharapkan dapat membantu siswa memperoleh gambaran lebih luas mengenai tantangan industri masa depan dan perkembangan teknologi distribusi modern.
Penanggung Jawab ARNAFEST 2026, Kemas Muhammad Adenandrey Ardiansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas akses informasi pendidikan sekaligus membantu siswa memahami perkembangan industri yang terus berubah.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal dunia perkuliahan, tetapi juga memahami bagaimana industri logistik berkembang dan membuka banyak peluang karier baru di masa depan. Karena itu, kegiatan ini dibuat interaktif agar siswa lebih mudah memahami relevansi dunia pendidikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Kegiatan berskala multi-kelas ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam memperluas literasi pendidikan dan industri kepada pelajar SMA. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah juga membuka ruang dialog yang lebih dekat dan inklusif bagi siswa untuk mengenal pilihan studi, pengembangan diri, hingga tantangan dunia kerja global sejak dini.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Decent Work and Economic Growth melalui upaya meningkatkan literasi karier dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan industri logistik dan ekonomi digital. Melalui edukasi interaktif berbasis insight industri, siswa memperoleh pemahaman awal mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja serta peluang pengembangan karier di sektor logistik masa depan. [MP]