ID / EN
Berita Populer

Perubahan Iklim dan Masa Depan Kota: Mengapa Infrastruktur Berkelanjutan Semakin Penting


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 16 September 2026
Dibaca: 23 kali
Perubahan iklim semakin menjadi faktor penting dalam perencanaan dan pembangunan kota. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mencatat bahwa risiko yang dihadapi masyarakat dan aset di kawasan perkotaan akibat bahaya terkait perubahan iklim telah meningkat. Kota dan kawasan permukiman menghadapi ancaman seperti kenaikan muka laut, gelombang panas, kekeringan, perubahan pola limpasan air, banjir, dan kebakaran yang dapat mengganggu sistem energi, transportasi, komunikasi, air, serta infrastruktur penting lainnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak lagi cukup hanya mempertimbangkan kebutuhan saat ini. Infrastruktur yang dibangun harus mampu menghadapi perubahan kondisi lingkungan dalam jangka panjang. Jalan, jembatan, gedung, sistem drainase, jaringan air, hingga kawasan permukiman perlu dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efisiensi sumber daya, risiko bencana, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Infrastruktur Berkelanjutan untuk Kota yang Lebih Tangguh

Salah satu tantangan utama kota adalah bagaimana menyediakan infrastruktur yang mampu menghadapi kondisi iklim sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Sistem drainase, misalnya, tidak hanya berfungsi mengalirkan air hujan, tetapi juga perlu dirancang berdasarkan karakteristik wilayah, perubahan pola curah hujan, tata guna lahan, dan risiko banjir. Demikian pula pembangunan jalan dan jembatan perlu mempertimbangkan kondisi tanah, intensitas hujan, potensi banjir, serta perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi umur layanan infrastruktur.

Pendekatan serupa berlaku pada bangunan dan kawasan permukiman. Penggunaan material yang tepat, desain yang mempertimbangkan kondisi iklim, efisiensi energi, serta integrasi ruang terbuka hijau dapat membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur berkelanjutan membutuhkan perencanaan sejak tahap awal. Membangun dengan mempertimbangkan risiko iklim sejak awal dapat mengurangi kebutuhan penyesuaian dan biaya perbaikan ketika risiko tersebut semakin meningkat di masa mendatang.

Peran Teknik Sipil dalam Menjawab Tantangan Perkotaan

Perubahan iklim memperluas ruang lingkup pekerjaan seorang insinyur sipil. Selain memastikan struktur bangunan aman dan berfungsi sesuai kebutuhan, insinyur sipil semakin dituntut memahami keberlanjutan, risiko bencana, efisiensi material, sistem transportasi, sumber daya air, serta hubungan antara infrastruktur dan lingkungan.

Kebutuhan tersebut relevan dengan pengembangan keilmuan Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina. Program studi ini mempelajari perencanaan, perancangan, pelaksanaan, operasi, dan pemeliharaan infrastruktur serta bangunan yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Visi keilmuannya menekankan pengembangan kerekayasaan Teknik Sipil yang inovatif untuk membangun infrastruktur berkelanjutan di bidang energi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.

Kurikulum Teknik Sipil Universitas Pertamina juga mencakup bidang yang relevan dengan tantangan pembangunan kota dan perubahan iklim, antara lain Mekanika Fluida dan Hidraulika, Rekayasa Lalu Lintas dan Sistem Transportasi, Perencanaan Bangunan Air, Pembangunan Berkelanjutan, Rekayasa Perkerasan Jalan, hingga perancangan dan inovasi Teknik Sipil. Program studi tersebut juga memiliki peminatan Teknologi Bahan Berkelanjutan serta Manajemen Bencana dan Infrastruktur Tanggap Bencana.

Kombinasi tersebut memberikan konteks pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah struktur dibangun, tetapi juga bagaimana infrastruktur tersebut dapat berfungsi secara berkelanjutan, menghadapi risiko, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Infrastruktur, Asta Cita, dan SDGs

Pembangunan infrastruktur berkelanjutan juga menjadi bagian dari arah pembangunan nasional. Kementerian PPN/Bappenas menyebut bahwa pembangunan infrastruktur dalam RPJMN 2025–2029 diarahkan agar selaras dengan Asta Cita, termasuk untuk memperkuat konektivitas, mendukung ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bappenas juga menekankan bahwa infrastruktur perlu dirancang dengan pendekatan yang holistik dan memperhatikan aspek fisik, sosial, serta digital.

Dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional, pembangunan berketahanan iklim juga diarahkan melalui pengelolaan risiko bencana, pembangunan rendah karbon, dan pembangunan berketahanan iklim. Infrastruktur air, pengendalian banjir, ketahanan pesisir, serta berbagai bentuk infrastruktur yang mampu merespons risiko iklim menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Pada tingkat global, agenda tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities. SDG 11 mendorong pembangunan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, termasuk melalui transportasi berkelanjutan, perencanaan permukiman yang terintegrasi, pengurangan dampak lingkungan perkotaan, serta peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Menyiapkan Insinyur untuk Kota Masa Depan

Masa depan kota akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan manusia dalam merencanakan dan mengelola infrastruktur. Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, kebutuhan energi, perubahan iklim, dan risiko bencana akan menuntut pendekatan pembangunan yang semakin terintegrasi.

Karena itu, pendidikan Teknik Sipil memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merancang infrastruktur dengan mempertimbangkan aspek teknis sekaligus keberlanjutan. Seorang calon insinyur perlu memahami bagaimana sebuah jalan, jembatan, bangunan, sistem transportasi, maupun infrastruktur air dapat dirancang agar tetap aman dan berfungsi menghadapi berbagai perubahan kondisi lingkungan.

Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina menawarkan pembelajaran yang menghubungkan kompetensi rekayasa infrastruktur dengan kebutuhan industri energi, pembangunan berkelanjutan, dan tantangan lingkungan. Lulusan program studi ini diproyeksikan memiliki kompetensi untuk berkarier pada bidang infrastruktur, konsultan konstruksi, pengendalian kualitas, pengawasan, hingga berbagai bidang yang membutuhkan keahlian Teknik Sipil.

Dengan demikian, menghadapi perubahan iklim bukan hanya persoalan bagaimana kota mengatasi bencana setelah terjadi, tetapi bagaimana risiko tersebut diperhitungkan sejak tahap perencanaan. Infrastruktur yang dirancang hari ini akan menentukan seberapa tangguh kota menghadapi tantangan lingkungan pada masa mendatang.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada infrastruktur berkelanjutan, teknologi konstruksi, transportasi, sumber daya air, manajemen bencana, serta pembangunan di sektor energi, Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi rekayasa yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui laman resmi Pendaftaran Universitas Pertamina. Daftarkan diri Anda dan mulai perjalanan akademik untuk menjadi bagian dari generasi insinyur yang berkontribusi dalam membangun infrastruktur Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.

Sumber:
- IPCC — Climate Change 2022: Impacts, Adaptation and Vulnerability, Chapter 6: Cities, Settlements and Key Infrastructure
https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg2/chapter/chapter-6/
- Kementerian PPN/Bappenas — Pra-Musrenbang RKP 2026: Strategi Pembangunan Infrastruktur Selaras dengan RPJMN 2025–2029
https://www.bappenas.go.id/index.php/id/berita/pra-musrenbang-rkp-2026-bappenas-rumuskan-strategi-capai-target-pembangunan-nasional-selaras-dengan-rpjmn-2025-2029-hFrOJ
- United Nations — Sustainable Development Goal 11: Sustainable Cities and Communities
https://sdgs.un.org/goals/goal11
- Universitas Pertamina — Program Studi Teknik Sipil
https://universitaspertamina.ac.id/prodi/teknik-sipil

Foto: Istimewa

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved