ID / EN
Berita Populer

Mikroplastik Kian Jadi Sorotan, Bagaimana Mengingatkan Publik Tanpa Bikin Panik?


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 4 September 2026
Dibaca: 2 kali
Isu mikroplastik semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya pemahaman mengenai dampak pencemaran plastik terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa mikroplastik telah ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk air tawar, air limbah, makanan, udara, hingga air minum dalam kemasan maupun air keran. Namun, WHO juga menekankan bahwa masih terdapat sejumlah kesenjangan pengetahuan terkait dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Mikroplastik pada dasarnya merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, yang umumnya berukuran hingga sekitar 5 milimeter. Partikel tersebut dapat berasal dari proses penguraian sampah plastik berukuran lebih besar maupun dari berbagai produk dan aktivitas manusia. United Nations Environment Programme (UNEP) menyebut mikroplastik sebagai salah satu persoalan yang semakin mendapat perhatian dalam isu pencemaran plastik karena keberadaannya telah ditemukan di berbagai ekosistem.

Persoalan mikroplastik menjadi semakin kompleks karena isu lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek ilmiah, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dipahami masyarakat. Ketika informasi mengenai mikroplastik disampaikan secara berlebihan tanpa konteks yang memadai, masyarakat dapat menerima pesan yang berbeda dari maksud sebenarnya. Sebaliknya, jika informasi terlalu sederhana, urgensi persoalan lingkungan justru berpotensi tidak dipahami dengan baik.

komunikasi publik memiliki peran penting dalam menyampaikan isu mikroplastik secara proporsional. Informasi perlu dibangun berdasarkan fakta, sumber ilmiah yang dapat dipercaya, serta penjelasan mengenai tingkat kepastian suatu temuan. Misalnya, ketika membicarakan potensi dampak mikroplastik terhadap kesehatan, komunikator perlu membedakan antara fakta bahwa mikroplastik telah terdeteksi di lingkungan dengan kesimpulan mengenai dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Mengapa Komunikasi Publik Penting dalam Isu Lingkungan?

Isu mikroplastik menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar penyampaian data. Informasi ilmiah harus diterjemahkan menjadi pesan yang dapat dipahami oleh masyarakat tanpa menghilangkan konteks dan akurasi.

Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan. Pertama, gunakan sumber yang kredibel dan dapat diverifikasi. Lembaga seperti WHO, UNEP, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan institusi penelitian dapat menjadi rujukan dalam menyusun informasi.

Kedua, hindari judul atau narasi yang berpotensi menimbulkan ketakutan tanpa memberikan penjelasan. Kalimat seperti “mikroplastik mengancam kesehatan manusia” perlu disertai konteks mengenai bukti ilmiah yang tersedia, tingkat paparan, serta batasan penelitian yang ada.

Ketiga, berikan ruang bagi masyarakat untuk memahami tindakan yang dapat dilakukan. Edukasi mengenai pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah, penggunaan kembali produk yang masih layak, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dapat menjadi bagian dari komunikasi yang berorientasi pada solusi.

Dengan pendekatan tersebut, komunikasi lingkungan tidak berhenti pada pemberitaan mengenai masalah, tetapi juga mendorong literasi publik dan perubahan perilaku secara bertahap.

Antara Mikroplastik, Asta Cita, dan SDGs

Upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai mikroplastik juga sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dalam RPJMN 2025–2029 yang merupakan penjabaran Asta Cita, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas lingkungan hidup, pengembangan ekonomi sirkular, serta reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan.

Pada tingkat global, isu tersebut berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Target SDG 12 mencakup upaya mengurangi timbulan sampah melalui pencegahan, pengurangan, penggunaan kembali dan daur ulang, sekaligus memastikan masyarakat memiliki informasi dan kesadaran yang relevan mengenai pembangunan berkelanjutan.

Belajar Komunikasi untuk Menjawab Isu Strategis

Persoalan mikroplastik merupakan salah satu contoh bagaimana isu lingkungan, sains, kebijakan, industri, dan masyarakat saling beririsan. Kondisi ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu berkomunikasi secara efektif, tetapi juga memahami konteks sosial dan perkembangan isu strategis.

Hal tersebut menjadi salah satu ruang pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina. Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina dirancang untuk menghasilkan tenaga profesional, baik sebagai praktisi maupun akademisi, dengan kurikulum yang memiliki kedekatan dengan industri energi serta isu pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori komunikasi, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui studi kasus dan pembelajaran yang kontekstual.

Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina juga memiliki visi keilmuan untuk mengembangkan ilmu komunikasi yang mendukung bidang energi dan pembangunan berkelanjutan. Kompetensi tersebut relevan dengan kebutuhan dunia profesional yang semakin membutuhkan komunikator yang mampu memahami isu kompleks, mengelola informasi, membangun komunikasi strategis, dan menjembatani kepentingan berbagai pemangku kepentingan.

Bagi generasi muda yang tertarik mendalami komunikasi strategis, media, industri, energi, dan pembangunan berkelanjutan, Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Informasi mengenai program studi dan penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui laman Pendaftaran Universitas Pertamina. Daftarkan diri dan mulai perjalanan akademik Anda melalui Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pertamina.

Foto: https://education.nationalgeographic.org/resource/microplastics/
Sumber: 
-World Health Organization (WHO) - https://www.who.int/publications/i/item/9789241516198
- World Health Organization (WHO) - https://www.who.int/news/item/22-08-2019-who-calls-for-more-research-into-microplastics-and-a-crackdown-on-plastic-pollution
- United Nations Environment Programme (UNEP) - Microplastics - https://www.unep.org/resources/report/microplastics
- Kementerian PPN/Bappenas - https://www.bappenas.go.id/datapublikasishow?q=Rencana+Pembangunan+dan+Rencana+Kerja+Pemerintah
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved